TRENMEDIA.BIZ.ID - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAUI) mengindikasikan potensi peningkatan klaim yang signifikan dalam beberapa waktu ke depan. Prediksi ini terutama menyoroti dampak dari dua faktor utama yang berpotensi memicu lonjakan klaim.
Faktor utama yang disorot adalah potensi peningkatan klaim yang berasal dari risiko bencana gempa bumi. Kejadian alam ini seringkali menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi para tertanggung.
Selain itu, fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai El Nino juga menjadi perhatian serius. Perubahan cuaca yang tidak menentu ini dapat menyebabkan berbagai bencana alam lain yang berpotensi meningkatkan angka klaim asuransi.
AAUI memproyeksikan tren peningkatan klaim ini akan mulai terasa dampaknya pada paruh kedua tahun 2026. Periode ini diperkirakan akan menjadi masa krusial bagi industri asuransi dalam menghadapi potensi lonjakan pembayaran klaim.
"Kami melihat adanya potensi peningkatan klaim pada Semester II-2026," ujar narasumber AAUI, menekankan proyeksi organisasi tersebut mengenai kondisi industri asuransi.
Lebih lanjut, narasumber AAUI menjelaskan bahwa peningkatan klaim tersebut akan sangat dipengaruhi oleh dua jenis risiko utama yang sedang diantisipasi. Kedua risiko ini memerlukan perhatian khusus dari para pemangku kepentingan di sektor asuransi.
"Terutama dari risiko gempa bumi dan iklim ekstrem," tambah narasumber AAUI, merinci sumber-sumber utama yang diperkirakan akan mendorong kenaikan klaim dalam waktu dekat.
Fenomena El Nino sendiri merupakan pola iklim yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur. Dampaknya seringkali terasa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dalam bentuk perubahan pola curah hujan dan suhu udara.
Sementara itu, gempa bumi, seperti yang pernah terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi yang meluas. Kedua ancaman ini secara kolektif menciptakan lanskap risiko yang kompleks bagi industri asuransi.
