TRENMEDIA.BIZ.ID - Pasar properti komersial di DKI Jakarta terus menunjukkan tren pemulihan positif secara bertahap pasca-pandemi COVID-19. Tingkat keterisian atau okupansi ruang perkantoran di ibu kota kini mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan hasil analisis terbaru, tingkat okupansi gedung perkantoran di kawasan Jakarta saat ini telah menyentuh angka 80 persen. Capaian ini mencerminkan kembali bergairahnya aktivitas bisnis di pusat perekonomian ibu kota.

Peningkatan tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,7 persen jika dibandingkan dengan periode kuartal kedua tahun 2025. Pada periode kuartal sebelumnya, tingkat keterisian ruang kantor tersebut masih berada di angka 79,3 persen.

"Tingkat hunian saat ini ada di angka 80 persen atau meningkat 0,7 persen dari kuartal kedua tahun 2025 yang ada di angka sekitar 79,3 persen," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat.

Dikutip dari acara konferensi pers daring bertajuk Jakarta Property Highlights H1 2026 pada Kamis (6/8/2026), tren kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi industri komersial. Pemulihan ini didorong oleh berlanjutnya normalisasi aktivitas kerja di kawasan perkantoran.

Secara analitis, pertumbuhan keterisian kantor menandakan daya serap pasar yang secara bertahap mulai menyeimbangkan pasokan gedung yang ada. Meskipun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan berupa penyerapan sisa ruang kosong yang tergolong cukup besar.

Hingga saat ini, area perkantoran di Jakarta tercatat masih menyisakan ruang belum terisi seluas 1.463.883 meter persegi. Angka tersebut tersebar di berbagai kawasan bisnis strategis di seluruh wilayah ibu kota.

Luas ruang kosong tersebut mencakup tiga jenis kategori utama pengelolaan dan kepemilikan properti. Kategori ini meliputi ruang kantor sewa (rental), ruang milik sendiri dalam gedung bertingkat (strata-title), serta gedung milik pribadi (owner occupied).

Dengan kondisi pasar yang berangsur stabil, para pelaku industri diperkirakan akan terus menyesuaikan strategi pengelolaan aset mereka. Penyerapan secara bertahap atas sisa ruang kosong diproyeksikan menjadi pendorong utama kestabilan sektor perkantoran ke depan.