TRENMEDIA.BIZ.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan partisipasi aktif dari lima hingga tujuh Manajer Investasi (MI) untuk menjadi pionir dalam peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) emas. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pasar modal yang lebih inklusif dan beragam.

Proses seleksi dan persiapan ini diharapkan dapat segera dilaksanakan, menandai era baru investasi pada aset lindung nilai seperti emas melalui instrumen pasar modal yang terstruktur.

Pembentukan produk ETF emas ini merupakan inisiatif penting dari BEI untuk menyediakan alternatif investasi yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat luas.

"BEI menargetkan lima hingga tujuh Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas pada tahap awal pengembangan," demikian dikutip dari artikel asli.

Produk ETF emas ini nantinya akan memungkinkan investor untuk berinvestasi pada emas fisik yang tersimpan secara aman, tanpa perlu repot mengelola penyimpanan fisik secara mandiri.

Hal ini sejalan dengan upaya BEI untuk terus berinovasi dan memperkaya pilihan produk investasi yang tersedia di pasar modal Indonesia, sekaligus meningkatkan likuiditas.

Pengembangan ETF emas ini juga diharapkan dapat menarik minat investor institusional maupun ritel yang selama ini mencari instrumen investasi yang berfokus pada komoditas berharga.

Melalui ETF, investor dapat memperdagangkan unit penyertaan produk ini layaknya saham di bursa, memberikan fleksibilitas dalam membeli dan menjual sesuai dengan pergerakan harga emas.

Dikutip dari artikel asli, BEI menargetkan lima hingga tujuh Manajer Investasi (MI) untuk menerbitkan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas pada tahap awal pengembangan.