TRENMEDIA.BIZ.ID - Timnas Indonesia menelan kekalahan pahit dengan skor 0-3 saat menjamu Vietnam dalam lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (3/8/2026). Hasil minor ini membuat langkah skuad Garuda menuju babak semifinal menjadi lebih menantang.

Dikutip dari Media Indonesia, kekalahan tersebut dipastikan melalui gol-gol yang dicetak oleh Nguyen Van Vi, Nguyen Hai Long, dan Nguyen Xuan Son. Akibat hasil ini, posisi Indonesia di klasemen sementara Grup A turun ke peringkat ketiga dengan raihan enam poin dari tiga pertandingan.

Menanggapi hasil buruk di kandang sendiri, bek senior Jordi Amat meminta para suporter untuk tidak meninggalkan tim. Ia berharap pendukung tetap memberikan dukungan penuh kepada seluruh pemain skuad Garuda meski dalam situasi sulit.

"Saya tidak merasa kecewa secara berlebihan. Kami sebenarnya memiliki keyakinan penuh untuk menang hari ini, namun hasil akhir berkata lain karena kami belum menemukan cara terbaik untuk menembus lawan," ujar Jordi Amat.

Pemain berusia 34 tahun itu menyoroti adanya peningkatan performa tim saat memasuki babak kedua pertandingan. Ia menilai bahwa kekalahan ini harus menjadi bahan evaluasi agar tim bisa tampil lebih baik di laga selanjutnya.

"Saya melihat permainan kami di babak kedua jauh lebih berkembang, meski itu masih belum cukup untuk mengejar ketertinggalan. Sekarang, fokus utama kami adalah belajar dari kesalahan hari ini," kata Jordi Amat.

Nasib Indonesia untuk lolos ke fase gugur kini ditentukan pada laga terakhir Grup A melawan Singapura pada 7 Agustus mendatang. Jordi Amat menegaskan bahwa seluruh pemain memiliki motivasi tinggi untuk bangkit dan meraih poin penuh.

"Kami menyadari bahwa kami mampu melakukannya. Kami sudah membuktikannya sebelumnya dan kami bertekad untuk menunjukkannya kembali saat menghadapi Singapura nanti dengan target tiga poin," ungkap Jordi Amat.

Meski demikian, mantan pemain Espanyol ini mengingatkan rekan-rekannya agar tetap waspada terhadap kekuatan lawan. Menurutnya, Singapura adalah tim tangguh yang bisa memberikan ancaman serius jika Indonesia tidak fokus.