TRENMEDIA.BIZ.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengimplementasikan komposisi terbaru untuk indeks LQ45 mulai Senin, 3 Agustus 2026. Perubahan ini menjadi agenda rutin bursa dalam melakukan evaluasi berkala terhadap saham-saham paling likuid di pasar modal tanah air.
Dalam perombakan strategis kali ini, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) resmi masuk ke dalam daftar konstituen. Keduanya menggantikan posisi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang harus keluar dari indeks tersebut.
Dikutip dari Investasi, perubahan daftar konstituen ini akan berlaku efektif hingga tanggal 30 Oktober 2026. Periode ini menjadi penentu bagi para investor dalam menyesuaikan portofolio investasi mereka di tengah dinamika bursa yang terus berkembang.
Perdagangan perdana dengan formasi baru ini mencatatkan nilai transaksi yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp14,4 triliun. Namun, pasar mencatat adanya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp707,6 miliar dengan total volume transaksi sebanyak 1,02 miliar saham.
"Saham NCKL yang baru melakukan debut di indeks LQ45 langsung mencatatkan lonjakan harga tertinggi di kelompok rasio harga terhadap laba (PER) terendah, yakni melesat 4,47 persen ke level Rp935 per saham," ujar Sari Rahmawati.
Dinamika pasar juga mencatat penguatan pada sejumlah saham lain, seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang naik 1,43 persen dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 1,40 persen. Di sisi lain, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) justru mengalami tekanan dengan koreksi sebesar 1,08 persen.
"Kondisi berbanding terbalik dialami oleh INDY yang juga berstatus anggota baru, di mana saham INDY justru anjlok 11,03 persen ke posisi Rp2.340 per saham pada hari pertamanya sebagai konstituen LQ45," kata Sari Rahmawati.
Sementara itu, pada kelompok saham dengan PER tertinggi, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil memimpin penguatan sebesar 4,39 persen. Tren positif ini diikuti oleh PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang naik 1,98 persen dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 1,82 persen.
Berbeda dengan kelompok lainnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan pergerakan yang cenderung tenang. Kedua saham tersebut tercatat bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga sepanjang sesi perdagangan hari itu.