TRENMEDIA.BIZ.ID - Lini pertahanan Timnas Indonesia memerlukan evaluasi mendalam dan solusi praktis menjelang laga krusial menghadapi Singapura dalam lanjutan Piala AFF 2026. Peningkatan konsentrasi sejak peluit pertama berbunyi menjadi aspek utama yang harus segera dibenahi oleh jajaran pelatih.
Skuad Garuda mencatatkan tren yang cukup mengkhawatirkan karena rentan kemasukan gol pada paruh pertama pertandingan. Dikutip dari Detik Sport, kedisiplinan dan koordinasi sektor belakang menjadi kunci penting agar pertahanan tim tidak mudah ditembus lawan di awal laga.
Secara keseluruhan, Pasukan Garuda telah melakoni tujuh pertandingan resmi di bawah arahan pelatih John Herdman. Dari seluruh laga tersebut, Indonesia berhasil mengamankan lima kemenangan, menelan dua kekalahan, serta mengemas empat kali catatan tanpa kebobolan.
Kendati berhasil mengamankan empat clean sheet, lini belakang Indonesia tercatat sudah kebobolan sebanyak lima kali di bawah kepemimpinan John Herdman. Sejauh ini, terdapat tiga tim nasional yang sukses membobol gawang Garuda, yakni Bulgaria, Kamboja, dan Vietnam.
"Ancaman terbesar bagi pertahanan Indonesia terletak pada tingkat konsentrasi pemain di awal laga karena mayoritas kebobolan terjadi sebelum turun minum," ujar analisis performa statistik yang dikutip dari Detik Sport.
Sebagai solusi praktis, para pemain belakang dituntut untuk meningkatkan komunikasi verbal serta menjaga kerapatan formasi sejak menit awal. Langkah ini krusial mengingat dua gol lawan tercipta sangat cepat pada kurun waktu menit pertama hingga menit ke-15, disusul satu gol lainnya pada menit ke-38.
Selain menjaga kestabilan di awal pertandingan, pembenahan stamina dan fokus pada babak kedua juga tidak boleh terabaikan. Kedisiplinan posisi sangat diperlukan agar celah pertahanan tidak kembali dimanfaatkan lawan seperti saat jebol pada menit ke-48 dan menit ke-71.
Di sisi lain, Singapura sebagai calon lawan memiliki distribusi serangan yang cukup merata dengan koleksi total empat gol. Tim berjuluk The Lions tersebut mengemas masing-masing dua gol pada babak pertama dan dua gol pada babak kedua.
Menariknya, Singapura tercatat belum pernah mencetak gol pada 15 menit awal pertandingan sepanjang gelaran Piala AFF 2026. Hal ini memberikan keuntungan strategis bagi Indonesia untuk mengontrol tempo permainan lebih awal sambil memperkuat kedalaman lini belakang.