TRENMEDIA.BIZ.ID - Pihak Universitas Nusa Cendana (Undana) memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi medis mahasiswa berinisial JST yang belakangan menjadi perbincangan publik. Penjelasan medis ini dikeluarkan guna merespons simpang siur berita seputar pembatalan sidang skripsi mahasiswa tersebut. Dikutip dari Kompas.com, tim kesehatan kampus telah melakukan evaluasi secara mendalam.
Langkah pemeriksaan medis tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik maupun psikologis mahasiswa pasca-kejadian akademik yang menyita perhatian masyarakat. Berdasarkan analisis tim medis, situasi emosional yang dialami JST tidak mengarah pada gangguan kesehatan mental tingkat berat.
"Pihak kampus merasa bersyukur sebab hasil pemeriksaan medis membuktikan mahasiswa kami tidak mengalami tahap depresi sebagaimana ramai diberitakan," ujar Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari. Pernyataan ini sekaligus meluruskan kabar simpang siur mengenai kondisi jiwa sang mahasiswa.
Penjelasan resmi mengenai hasil rekam medis mahasiswa tersebut disampaikan oleh Philiphi dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026). Informasi lengkap tersebut kemudian disiarkan secara luas melalui kanal YouTube Official Universitas Nusa Cendana pada Kamis (6/8/2026).
Secara analitis, proses penyelesaian tugas akhir acap kali memberikan tekanan psikologis yang berimplikasi langsung pada daya tahan tubuh mahasiswa. Dalam kasus JST, akumulasi beban pikiran dan tekanan akademik lebih memicu respons kecemasan serta kelelahan fisik secara signifikan.
"Mahasiswa kami mengalami kelelahan serta kecemasan yang memengaruhi kondisi fisiknya, tetapi saat ini yang bersangkutan sudah pulih dan berada di rumah," kata Philiphi de Rozari. Ia menegaskan bahwa proses pemulihan mahasiswa berjalan dengan baik di bawah pengawasan keluarga.
Sinergi Pemkab Mappi dan UNJ: 80 Mahasiswa Papua Selatan Bersiap Tempuh Pendidikan Tinggi
Penanganan cepat yang dilakukan oleh perguruan tinggi menunjukkan pentingnya aspek pendampingan kesehatan mental dan fisik dalam lingkungan akademis. Pihak kampus memastikan bahwa penanganan mahasiswa yang bersangkutan dilakukan dengan memperhatikan asas kesejahteraan peserta didik.
Kini, situasi kesehatan JST dikabarkan makin membaik seiring dengan ketersediaan ruang istirahat yang cukup di kediamannya.