TRENMEDIA.BIZ.ID - Kondisi pasar modal yang bergerak volatil belakangan ini menyebabkan harga banyak saham mengalami penurunan secara signifikan. Fenomena pergerakan harga tersebut tidak hanya melanda saham biasa, tetapi juga berdampak langsung pada saham-saham pembagi dividen yang selama ini dianggap relatif aman.
Pergerakan indeks yang tidak menentu membuat para investor harus lebih cermat dalam menentukan strategi portofolio investasi mereka. Berinvestasi pada saham yang rutin membagikan dividen saja kini dinilai tidak lagi cukup untuk menjamin keuntungan yang optimal tanpa memperhatikan pergerakan harga sahamnya.
Untuk mengatasi tantangan ini, para investor disarankan untuk menerapkan strategi seleksi emiten yang menitikberatkan pada potensi apresiasi harga atau capital gain. Pendekatan ini membantu memastikan bahwa nilai pokok investasi tetap tumbuh seiring dengan penerimaan pendapatan pasif dari dividen secara berkala.
"Investor sebaiknya tidak hanya tergiur oleh besarnya nilai dividen yield, tetapi juga harus meneliti kinerja keuangan emiten secara menyeluruh. Langkah ini penting dilakukan agar modal utama investasi tidak tergerus oleh penurunan harga saham," ujar pengamat pasar modal, Budi Santoso.
Langkah awal dalam menyaring saham berkualitas adalah dengan menguji tingkat pertumbuhan laba bersih serta konsistensi arus kas perusahaan. Emiten yang memiliki fundamental bisnis kokoh umumnya lebih tahan terhadap tekanan gejolak pasar dan mampu pulih lebih cepat.
"Emiten yang memiliki daya saing kuat dan rasio utang yang terkendali memiliki peluang lebih besar untuk mencatatkan kenaikan harga saham dalam jangka panjang. Solusi ini sanggup menjaga portofolio tetap aman di tengah gejolak eksternal," kata analis investasi, Rina Wijaya.
Selain itu, investor perlu memperhatikan rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio agar tidak mengganggu alokasi dana ekspansi perusahaan. Emiten yang menyeimbangkan pembagian dividen dengan reinvestasi usaha cenderung mencetak pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Diversifikasi portofolio pada beberapa sektor industri yang bersifat defensif juga menjadi solusi praktis dalam meminimalkan risiko kerugian. Langkah penyesuaian komposisi aset ini dapat menjaga stabilitas imbal hasil investasi saat kondisi makroekonomi sedang berada dalam ketidakpastian.
Dikutip dari media keuangan nasional, para pelaku pasar diimbau untuk selalu melakukan riset mandiri secara mendalam sebelum mengambil keputusan bertransaksi. Pengelolaan risiko secara disiplin dan rasional tetap menjadi kunci utama dalam meraih keuntungan yang konsisten di pasar saham.