TRENMEDIA.BIZ.ID - Transjakarta kini memperluas jangkauan layanannya dengan membuka rute khusus yang menghubungkan pusat aktivitas di Bundaran Senayan dengan kawasan wisata Ancol di Jakarta Utara. Rute baru ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mobilitas warga pada momen Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu.
Layanan istimewa ini sebelumnya sempat menawarkan tarif perkenalan yang sangat terjangkau, yaitu Rp1, pada saat peluncuran perdananya pada Minggu, 9 Agustus. Namun, setelah periode awal tersebut, masyarakat akan dikenakan tarif normal sebesar Rp3.500 untuk setiap perjalanan.
"TransJakarta dari Bundaran Senayan sampai dengan Ancol untuk hari ini Rp1, tapi begitu nanti sudah berjalan, maka akan menggunakan tarif biasa, yaitu Rp3.500," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat acara peluncuran di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8).
Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan opsi transportasi publik yang nyaman dan efisien bagi masyarakat yang beraktivitas selama CFD. Kehadiran rute ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa layanan Transjakarta rute khusus HBKB Ancol ini merupakan bagian dari layanan satelit yang beroperasi secara eksklusif setiap hari Minggu saat pelaksanaan HBKB.
Operasional layanan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, menghubungkan titik strategis Bundaran Senayan dengan Bundaran Symphony of the Sea yang berada di kawasan Ancol.
Rute sepanjang kurang lebih 34,9 kilometer ini dilengkapi dengan 18 titik pemberhentian. Perkiraan waktu tempuh untuk satu kali perjalanan adalah sekitar 142 menit, memberikan alternatif yang cukup leluasa bagi penumpang.
"Layanan ini menggunakan tujuh unit bus listrik tipe EV High-Deck dengan headway setiap 15 sampai dengan 20 menit," terang Budi Awaluddin.
Bus-bus tersebut akan melintasi sejumlah arteri utama di Jakarta, dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan RE Martadinata sebelum akhirnya memasuki kawasan Ancol melalui Jalan Ancol.
