TRENMEDIA.BIZ.ID - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan anggaran fantastis sebesar Rp240 triliun atau setara dengan 15,09 miliar dolar AS untuk program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Alokasi ini tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi besaran anggaran tersebut pada hari Jumat. Ia merinci bahwa program makan bergizi ini akan menyedot sekitar 29,23% dari total anggaran pendidikan tahun 2027 yang mencapai Rp820,9 triliun atau 51,63 miliar dolar AS.
Kampanye nutrisi andalan Presiden Prabowo ini bertransformasi dari janji kampanye menjadi salah satu pos anggaran tunggal terbesar di negara berkembang. Hal ini berpotensi membuka peluang pendapatan besar bagi pemasok kebutuhan konsumen global, rantai pasok pertanian domestik, dan industri pengolahan makanan.
Coordinating Minister for Food Affairs, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa dana tentatif Rp240 triliun ini ditujukan untuk menjangkau sekitar 60 hingga 70 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk memerangi malnutrisi kronis dan menurunkan angka stunting nasional yang saat ini mencapai 25%.
"Rp240 triliun secara tentatif, ya," ungkap Zulkifli Hasan kepada wartawan usai konferensi pers anggaran di Jakarta Selatan pada hari Jumat. "Kita lihat nanti, karena bisa ada refocusing anggaran, tetapi penerimanya kurang lebih 70 juta orang."
Dalam rangka pelaksanaan distribusi berskala nasional, pemerintah mengerahkan 7.000 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan tegas kepada operator dapur untuk segera mendapatkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam masa tenggang satu minggu, atau menghadapi penutupan operasional.
Anggaran pendidikan yang lebih luas juga akan dialokasikan untuk berbagai inisiatif sekolah inti. Ini mencakup Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk 54,2 juta siswa, beasiswa universitas, tunjangan profesi guru bagi lebih dari 3 juta pendidik, serta renovasi di 12.215 sekolah dan institusi pondok pesantren.
Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato di hadapan sidang gabungan parlemen pada hari Jumat, menegaskan kembali bahwa nutrisi anak adalah pilar fundamental produktivitas ekonomi nasional. Ia juga memberikan peringatan keras terhadap praktik korupsi sistemik dalam pengadaan barang dan jasa.
"Saya menganggap mereka yang berniat merusak makanan anak-anak adalah biadab," tegas Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraannya di Jakarta pada hari Jumat. "Orang-orang seperti itu tidak layak mendapatkan rasa hormat kita; mereka telah sepenuhnya meninggalkan kemanusiaan mereka."
