TRENMEDIA.BIZ.ID - Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus merasakan getaran pasca gempa tektonik utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang sebelumnya. Aktivitas gempa susulan ini menandakan bahwa daerah tersebut masih dalam fase pemulihan pascaguncangan kuat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat frekuensi gempa susulan yang signifikan. Hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, total tercatat sebanyak 377 kali gempa bumi susulan melanda wilayah tersebut.
Hal ini mengindikasikan bahwa bumi di sekitar Flores masih beradaptasi setelah gempa besar yang terjadi. Intensitas gempa susulan ini menjadi perhatian utama para ilmuwan.
Peristiwa ini terjadi di Flores, sebuah kepulauan yang dikenal memiliki aktivitas geologis yang dinamis. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat setempat.
"Dari 377 gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar 6,2 dan yang terkecil 2,5," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, dalam keterangan resminya pada Sabtu malam. Pernyataan ini menunjukkan adanya variasi kekuatan gempa yang terus terjadi.
Variasi magnitudo gempa susulan ini menunjukkan bahwa pelepasan energi di dalam kerak bumi masih berlangsung. Meskipun tidak semuanya dirasakan, frekuensi yang tinggi tetap menjadi indikator penting.
"Dari 377 gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar 6,2 dan yang terkecil 2,5," kata Arief Tyastama, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, dalam keterangan resminya pada Sabtu malam. Pernyataan ini menggarisbawahi rentang kekuatan gempa yang terekam.
Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, dan terus dipantau hingga malam hari. BMKG secara aktif memberikan informasi terkini kepada publik.
Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, aktivitas gempa susulan ini merupakan respons alami bumi terhadap gempa utama. Pemantauan terus dilakukan untuk memahami pola dan potensi dampaknya.
