TRENMEDIA.BIZ.ID - Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan sebuah rencana komprehensif untuk mendirikan bursa domestik terpusat bagi mineral dan komoditas strategis pada 1 Januari 2027. Langkah ini merupakan upaya langsung untuk menantang pusat perdagangan asing yang selama puluhan tahun menentukan nilai kekayaan sumber daya alam Asia Tenggara.

Dalam pidatonya di hadapan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat penyampaian Nota Keuangan Negara 2027 di Jakarta pada Jumat, kepala negara menyatakan bahwa platform perdagangan baru ini akan beroperasi di bawah pengawasan langsung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK merupakan lembaga utama yang mengawasi pasar keuangan di Indonesia.

Indonesia memegang posisi dominan sebagai pemasok nikel dunia, menjadi eksportir terkemuka batu bara termal dan minyak sawit, serta produsen utama timah olahan, tembaga, dan bauksit. Dengan membangun arsitektur perdagangan daratannya sendiri, Jakarta berupaya merebut kendali penemuan harga global dari pusat perdagangan yang sudah mapan seperti London, Rotterdam, dan Singapura, serta memaksa para pedagang komoditas multinasional untuk menyelesaikan kontrak sesuai dengan patokan harga Indonesia.

Selama beberapa dekade, produsen domestik telah mengekstraksi triliunan rupiah dari bahan mentah dan logam olahan, namun tetap sepenuhnya rentan terhadap volatilitas patokan harga internasional yang ditetapkan di negara-negara konsumen yang tidak memiliki produksi domestik sama sekali atas aset dasar tersebut.

Prabowo secara tajam mempertanyakan logika mendasar dari rantai pasok komoditas global yang membuat pasar negara berkembang yang kaya sumber daya berada di bawah kendali bursa asing.

"Barang kita, kekayaan kita, yang datang dari bumi dan keringat rakyat Indonesia, harganya ditentukan di luar negeri," tegas Prabowo di hadapan para anggota dewan dalam pidato kenegaraannya pada Jumat.

Presiden menekankan bahwa pergeseran strategis ini tidak berarti meninggalkan dinamika pasar terbuka. Sebaliknya, pemerintah bertekad membangun pasar yang dalam, likuid, dan sepenuhnya transparan yang berakar pada pasokan domestik fisik.

"Kita tidak sekadar ingin menjadi produsen komoditas global," ujar Prabowo. "Kita harus ikut menentukan harga komoditas dunia."

Bursa ini menandai fase kedua dari perombakan tata kelola ekspor satu jendela Jakarta, menyusul peluncuran operasional PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). DSI adalah badan usaha negara khusus yang dibentuk untuk memantau arus perdagangan ekspor komoditas.