TRENMEDIA.BIZ.ID - Memilih nama untuk sang buah hati merupakan langkah krusial yang dilakukan orang tua sesaat setelah mengetahui kehadiran anggota keluarga baru. Nama bukan sekadar identitas, melainkan doa serta harapan yang disematkan agar anak tumbuh sesuai dengan makna yang dikandungnya.

Dikutip dari artikel yang ditulis oleh Galih Nugroho, S.Ikom, pemberian nama bayi perempuan dengan menggunakan bahasa Inggris kini menjadi tren populer di kalangan orang tua. Hal ini dikarenakan kesan elegan, modern, dan internasional yang terpancar dari setiap rangkaian katanya.

"Nama tidak hanya dipilih berdasarkan keindahan bunyi, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya sebagai doa dan harapan bagi masa depan sang anak," ujar Galih Nugroho, S.Ikom.

Selain estetika fonetik, banyak nama dari bahasa Inggris yang memiliki arti positif yang mendalam. Nilai-nilai seperti kecerdasan, kecantikan, kekuatan, serta kelembutan menjadi alasan utama mengapa banyak orang tua memilih referensi nama dari bahasa tersebut.

"Nama bayi perempuan berbahasa Inggris menjadi pilihan populer karena kesan elegan dan modern yang dimilikinya, serta banyak mengandung arti positif seperti kecerdasan dan kekuatan," kata Galih Nugroho, S.Ikom.

Sebagai referensi, orang tua dapat memilih nama seperti Aaget yang bermakna berlian atau Aaliyah yang berarti anak dari surga. Selain itu, ada Abigail yang melambangkan kebahagiaan, serta Adele dan Adeline yang merepresentasikan sosok mulia.

Pilihan lain yang cukup populer mencakup Agatha dan Agnes yang memiliki arti terhormat serta kesucian. Sementara itu, nama seperti Alexa, Alice, dan Amber juga sering menjadi favorit karena masing-masing memiliki arti sebagai penolong, bangsawan, dan batu permata yang berharga.

Bagi orang tua yang menyukai kesan klasik, nama seperti Anastasia, Angelina, dan Annabelle bisa menjadi opsi menarik. Masing-masing nama tersebut memiliki filosofi yang kuat, yakni kebangkitan, malaikat, serta kecantikan dan rahmat bagi pemiliknya.

"Nama-nama ini tidak hanya indah secara fonetik, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang bisa menjadi doa dan harapan orang tua untuk anaknya," tutur Galih Nugroho, S.Ikom.