TRENMEDIA.BIZ.ID - Dinamika pasar valuta asing atau forex terus menjadi topik hangat yang diperdebatkan oleh para pelaku pasar global. Perbedaan cara pandang antara trader ritel dan institusi sering kali dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang yang terjadi secara cepat.

Volatilitas sendiri didefinisikan sebagai alat pengukur laju perubahan serta fluktuasi nilai tukar dalam rentang waktu tertentu. Penting untuk dicatat bahwa indikator ini berfungsi mengukur intensitas pergerakan, bukan untuk menentukan arah ke mana pasar akan bergerak.

Bagi kalangan day-trader dan scalper, fluktuasi harga yang cepat sering kali dianggap sebagai peluang untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat. Sebaliknya, position trader dan swing trader cenderung menghindari volatilitas tinggi guna meminimalisir risiko stop out serta pelebaran spread broker, sebagaimana dikutip dari Media Indonesia.

Pasar forex secara umum mengenal dua jenis fluktuasi utama yang menjadi fokus perhatian para pelaku pasar. Perbedaan ini terletak pada jenis data dan tujuan analisis yang dilakukan oleh trader ritel maupun profesional.

"Trader ritel lebih sering menggunakan volatilitas historis karena kemudahan akses terhadap indikator gratis, sementara manajer investasi profesional lebih mengandalkan volatilitas tersirat untuk mengukur risiko secara akurat," ujar pihak broker global Elev8.

Volatilitas historis dihitung dengan memanfaatkan data harga di masa lalu melalui penggunaan indikator teknikal yang objektif. Sementara itu, volatilitas tersirat mencerminkan ekspektasi fluktuasi di masa depan yang didasarkan pada harga kontrak opsi untuk kebutuhan lindung nilai.

Dalam menganalisis pasangan mata uang EURUSD, struktur jangka waktu volatilitas tersirat dapat dipahami melalui data Refinitiv. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat Implied Volatility (IV) 3 bulan berada di level 5,37%, yang menandakan kondisi pasar yang relatif tenang dengan estimasi pergerakan harian sebesar 39 pip pada level 1.13800.

"Lonjakan volatilitas tersirat semalam hingga mencapai 6,93% menjadi penanda adanya katalis berdampak besar, seperti rilis data inflasi atau pengumuman kebijakan dari bank sentral," jelas pihak broker global Elev8.

Untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu, para trader disarankan untuk menerapkan lima aturan dasar manajemen risiko yang disiplin. Langkah ini krusial agar pelaku pasar dapat tetap bertahan di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak.