TRENMEDIA.BIZ.ID - Kehadiran kecerdasan buatan tingkat tinggi atau superintelligence diprediksi tidak akan secara otomatis mengurangi beban kerja manusia di masa depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, dalam sebuah diskusi mendalam.

Dikutip dari Media Indonesia, pandangan tersebut diungkapkan Altman saat ia menjadi narasumber dalam podcast Relentless bersama Ti Morse pada 31 Juli 2026 lalu. Ia menyoroti bahwa ekspektasi publik mengenai teknologi yang memberikan waktu luang lebih banyak sering kali tidak sesuai dengan realitas.

Menurut Altman, janji-janji masa lalu yang menyebutkan bahwa kemajuan teknologi akan memangkas durasi kerja secara drastis nyatanya gagal terwujud hingga saat ini. Ia menekankan bahwa meskipun efisiensi meningkat, konsep kerja empat hari dalam seminggu belum menjadi standar global.

"Saya pikir kita semua akan jauh lebih sibuk daripada yang kita bayangkan di dunia pasca-superintelligence," ujar Sam Altman.

Ia menjelaskan bahwa kecenderungan alami manusia untuk terus berkreasi dan berkompetisi di berbagai bidang akan tetap menjaga tingkat kesibukan tetap berada pada posisi yang tinggi. Selain itu, dorongan untuk terus membandingkan diri serta keinginan meningkatkan kapasitas diri secara tidak sadar memicu ambisi untuk melakukan lebih banyak tugas.

Pandangan ini sekaligus menjadi antitesis bagi proyeksi sejumlah pemimpin industri lainnya yang memiliki optimisme berbeda. Sebagai perbandingan, mantan CEO Endeavour, Ari Emanuel, sebelumnya memprediksi bahwa lonjakan produktivitas dari AI berpotensi memangkas pekan kerja hingga menjadi tiga hari saja.

Di sisi lain, CEO GoTo, Rick Veldran, memberikan peringatan mengenai potensi risiko yang mungkin muncul akibat adopsi teknologi tersebut. Ia menekankan perlunya kewaspadaan terhadap penurunan kualitas kerja, keterampilan, serta akuntabilitas jika peningkatan kecepatan tidak disertai dengan penilaian yang tepat.

Tanggapan Altman ini pun menuai beragam reaksi di ruang publik, termasuk kritik dari komunitas teknologi di Reddit. Sebagian pengguna forum menilai bahwa menyamakan kesibukan dengan produktivitas merupakan sebuah kekeliruan dalam cara pandang terhadap efisiensi kerja.

Selain perdebatan mengenai dinamika kerja, ekspansi masif teknologi AI juga memicu kekhawatiran baru dari sisi keberlanjutan lingkungan. Pembangunan pusat data berskala besar kini mulai dipandang sebagai ancaman bagi habitat satwa serta memicu pemborosan air untuk kebutuhan pendinginan server.