TRENMEDIA.BIZ.ID - Perusahaan pembiayaan mencatat perbaikan signifikan dalam kinerja produk Buy Now Pay Later (BNPL) mereka. Angka Non-Performing Financing (NPF) gross untuk layanan ini menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan.
Per Juni 2026, rasio NPF gross BNPL berada di angka 3,09%. Angka ini merupakan pencapaian yang lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Posisi Mei 2026, NPF gross BNPL tercatat sebesar 3,44%. Penurunan ini mengindikasikan peningkatan kualitas portofolio pembiayaan.
Perbaikan NPF gross ini menandakan bahwa semakin sedikit pinjaman BNPL yang berpotensi gagal bayar atau mengalami tunggakan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi industri jasa keuangan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya mitigasi risiko dan strategi pengelolaan kredit yang diterapkan oleh perusahaan pembiayaan mulai menunjukkan hasil yang efektif.
"NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per Juni 2026 menurun atau membaik jadi 3,09%, jika dibandingkan posisi Mei 2026 yang sebesar 3,44%," demikian informasi yang disampaikan.
Penurunan NPF ini menjadi indikator penting kesehatan finansial perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan produk BNPL.
Dikutip dari sumber berita, perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan nasabah terhadap layanan BNPL.
Meskipun demikian, penting bagi perusahaan pembiayaan untuk terus memantau dan mengevaluasi kualitas kredit secara berkala.
