TRENMEDIA.BIZ.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran jemaah haji asal Indonesia untuk membeli oleh-oleh di Arab Saudi mencapai sekitar Rp2 triliun. Catatan statistik ini menjadi perhatian penting bagi calon jemaah dalam mengelola keuangan secara bijak saat beribadah di Tanah Suci.
Dikutip dari Antara, tingginya angka belanja buah tangan tersebut dipicu oleh tradisi berbagi kebahagiaan dengan kerabat seusai menunaikan ibadah haji. Kendati demikian, perencanaan anggaran yang cermat sangat diperlukan agar dana operasional tidak habis untuk kebutuhan non-primer.
"Pengeluaran jemaah haji Indonesia untuk kebutuhan buah tangan di Arab Saudi mencatatkan nominal yang signifikan setiap musimnya," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Pihaknya mengimbau agar data statistik ini dapat dijadikan landasan bahan evaluasi dalam perencanaan finansial para jemaah.
Untuk menyiasati tingginya biaya belanja di lokasi ibadah, calon jemaah disarankan menyusun alokasi dana khusus sejak sebelum keberangkatan. Batas maksimal anggaran tersebut sangat berguna untuk mengontrol pengeluaran belanja impulsif saat berada di Makkah maupun Madinah.
"Perencanaan keuangan yang matang akan membantu jemaah menjaga fokus utama ibadah selama berada di Tanah Suci," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Beliau menambahkan bahwa efisiensi pengeluaran amat mendukung kenyamanan stamina dan fisik para jemaah.
Langkah praktis lainnya adalah memanfaatkan opsi pembelian barang oleh-oleh khas Timur Tengah melalui distributor lokal di Indonesia. Selain dapat menghemat ongkos pengiriman, cara ini dinilai sangat efektif untuk mengurangi risiko kelebihan beban bagasi penerbangan saat kepulangan.
Membeli barang-barang kebutuhan seperti kurma, air zamzam, atau sajadah secara lokal juga memungkinkan jemaah memanfaatkan waktu di Arab Saudi secara optimal. Waktu luang dapat dialokasikan penuh untuk memperbanyak ibadah, zikir, serta berdo'a di tempat-tempat yang mustajab.
Melalui penerapan manajemen keuangan yang disiplin dan cermat, pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lebih tenang, aman, dan berkesan. Jemaah pun mampu kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat haji mabrur tanpa terbeban masalah finansial.