TRENMEDIA.BIZ.ID - Bencana banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, masih menyisakan dampak cukup berat bagi warga terdampak. Salah satu hal yang paling memprihatinkan adalah terganggunya aktivitas pendidikan bagi anak-anak di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Hingga Kamis (6/8/2026), sejumlah siswa di wilayah tersebut dipastikan belum bisa kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dikutip dari Kompas.com, situasi memprihatinkan ini terjadi akibat pemukiman mereka diterjang luapan air banjir yang cukup parah.
Penyebab utama para siswa tidak dapat menghadiri kelas adalah rusaknya seluruh perlengkapan belajar milik mereka. Pakaian seragam, buku-buku pelajaran, hingga sepatu tidak lagi dapat digunakan setelah terendam air dan lumpur pekat.
Bencana banjir yang melanda kawasan pemukiman di Kecamatan Kuranji ini diketahui telah berlangsung sejak Senin (3/8/2026). Luapan air yang datang cukup cepat membuat sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan peralatan sekolah anak-anak mereka.
Suasana pada Kamis pagi di Lapau Munggu pun tampak berbeda dibandingkan wilayah lainnya. Ketika anak-anak di kawasan aman bersiap berangkat ke sekolah, para siswa terdampak di kawasan ini terpaksa menetap di area pemukiman dan pengungsian.
Sejak pagi hari, para pelajar tersebut terlihat sibuk membantu orang tua mereka membersihkan sisa-sisa bencana. Mereka bergotong royong mengeruk endapan lumpur tebal yang masuk dan mengotori bagian dalam rumah.
Kondisi sulit ini turut dirasakan langsung oleh Jusnira, salah seorang warga terdampak banjir di lokasi tersebut. Ia terpaksa mengambil keputusan untuk meliburkan kedua buah hatinya dari aktivitas persekolahan.
"Anak-anak terpaksa saya liburkan untuk sementara waktu karena tidak ada seragam dan perlengkapan belajar yang bisa dipakai," kata Jusnira.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Jusnira sewaktu ditemui di lokasi tenda pengungsian pada Kamis (6/8/2026). Saat ini, warga sangat berharap adanya bantuan perlengkapan sekolah agar anak-anak mereka dapat segera kembali menuntut ilmu.