TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu respons sigap dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Fokus utama kini tertuju pada upaya penanganan darurat pascagempa.

Menyadari skala bencana, Mabes Polri mengambil langkah strategis untuk memperkuat kapasitas respons. Keputusan krusial diambil untuk mengerahkan berbagai unit spesialis guna memastikan penanganan yang optimal.

Salah satu pengerahan penting adalah personel Search and Rescue (SAR) dari Brigade Mobil (Brimob). Pasukan elite ini memiliki keahlian mendalam dalam operasi penyelamatan, terutama di medan yang sulit dijangkau pasca-bencana.

Selain upaya penyelamatan fisik, Mabes Polri juga menerjunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI). Keberadaan tim ini menjadi sangat krusial dalam proses identifikasi jenazah korban gempa.

Tim DVI memiliki peran vital untuk memberikan kepastian dan kejelasan bagi keluarga yang dilanda duka mendalam akibat kehilangan orang terkasih. Proses identifikasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan psikologis para keluarga korban.

Pengerahan tim-tim spesialis ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di saat-saat paling membutuhkan. Setiap personel ditugaskan untuk bekerja maksimal demi keselamatan dan kesejahteraan korban bencana.

"Dalam rangka memperkuat kapasitas respons bencana, Mabes Polri telah memutuskan untuk mengerahkan berbagai unit spesialis," sebuah pernyataan yang menegaskan keseriusan institusi dalam menangani situasi darurat ini.

"Pengerahan ini mencakup personel Search and Rescue (SAR) dari Brigade Mobil (Brimob) yang memiliki keahlian dalam operasi penyelamatan di medan sulit," lanjut pernyataan tersebut, menyoroti keahlian spesifik yang dibawa.

"Selain tim penyelamat, Mabes Polri juga menerjunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI)," sebuah informasi penting yang menggarisbawahi pentingnya aspek identifikasi jenazah.