• TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam berskala besar ini tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan, tetapi juga memicu rangkaian gempa susulan yang terus berlanjut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat aktivitas gempa susulan yang signifikan di kawasan tersebut. Pemantauan intensif dilakukan sejak gempa utama terjadi hingga keesokan harinya untuk memantau perkembangan situasi.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, memberikan rincian mengenai gempa susulan yang tercatat. Data ini dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Tercatat ada ratusan gempa susulan yang terjadi di wilayah NTT pasca gempa utama," ujarnya merujuk pada data yang dikumpulkan.

Lebih lanjut, Abdul Muhari menjelaskan bahwa dari ratusan gempa susulan tersebut, sebanyak 46 kali di antaranya dirasakan oleh warga. Hal ini menunjukkan intensitas getaran yang cukup terasa dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran.

"Sebanyak 46 gempa susulan tersebut dirasakan oleh masyarakat," ungkap Abdul Muhari merinci dampak getaran yang dirasakan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Pemahaman mengenai potensi gempa susulan dan cara mitigasinya sangat krusial bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan langkah-langkah penanganan akan terus disampaikan oleh BNPB dan BMKG.

Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, analisis mendalam terus dilakukan oleh para ahli untuk memahami karakteristik gempa yang terjadi dan dampaknya di masa mendatang.