TRENMEDIA.BIZ.ID - Para petani bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, kini tengah menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat. Mereka terpaksa mengambil kebijakan untuk menunda waktu panen pada belasan hektare lahan yang sebenarnya sudah siap untuk dipetik.

Dikutip dari Media Indonesia, keputusan ini diambil karena harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan yang cukup drastis pada Kamis (30/7). Kondisi ini membuat para petani harus memutar otak agar tidak menanggung kerugian yang lebih besar.

Saat ini, harga jual bawang merah kualitas terbaik merosot tajam menjadi Rp24.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, untuk kualitas standar, harganya turun dari Rp28.000 menjadi hanya Rp20.000 per kilogram.

Menyikapi situasi tersebut, Imum Mukim Gigieng, Muhammad Abubakar, memutuskan untuk tidak terburu-buru memanen hasil taninya. Ia memilih untuk menunggu momentum harga kembali stabil di pasar.

"Seharusnya tanaman sudah bisa dipanen pada usia 60 hari, namun kali ini saya memilih menunda pemanenan karena harga pasar sedang turun," ujar Muhammad Abubakar.

Langkah ini diambil dengan harapan agar tanaman bawang merah bisa tumbuh lebih optimal hingga usia 70 hari. Selain menunggu harga membaik, petani juga berharap kualitas dan kepadatan umbi bawang dapat meningkat selama masa penundaan tersebut.

Selain itu, para petani juga berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk melakukan pengawasan di lapangan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencegah potensi praktik permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Di sisi lain, pihak Kecamatan Simpang Tiga mengungkapkan bahwa sektor pertanian bawang merah memang menjadi tumpuan ekonomi utama bagi warga setempat. Hal ini dikarenakan karakteristik wilayah hilir yang memiliki keterbatasan air untuk irigasi teknis.

"Kawasan ini merupakan daerah hilir yang sulit mendapatkan akses irigasi teknis, sehingga warga lebih memilih menanam bawang merah karena harga yang menjanjikan dan usia panen yang lebih singkat dibanding padi," jelas Mustamar Arifina, Kasubbag Program dan Keuangan Kantor Kecamatan Simpang Tiga.