TRENMEDIA.BIZ.ID - Dampak gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores menuntut respons cepat terhadap dua aspek krusial penanganan darurat, yaitu pemenuhan logistik dasar dan jaminan keberlanjutan pasokan energi. Ketersediaan bahan bakar minyak dinilai sangat vital untuk menggerakkan operasional tanggap darurat, sarana komunikasi, hingga fasilitas layanan kesehatan publik di wilayah terdampak. Dikutip dari Investortrust.id, kolaborasi strategis segera dibentuk untuk memastikan ketahanan pasokan energi tidak terputus di tengah situasi krisis.
Langkah mitigasi terpadu tersebut diwujudkan melalui kerja sama PT Elnusa Tbk (ELSA) melalui anak perusahaannya, PT Elnusa Petrofin (EPN), bersama Pertamina Patra Niaga dan Subholding Upstream Pertamina. Pusat penyaluran bantuan dan kendali distribusi energi dipusatkan di Fuel Terminal Bajo guna memudahkan koordinasi logistik secara menyeluruh.
Bantuan tahap awal yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan pokok dan nutrisi dalam skala besar untuk warga maupun petugas lapangan. Distribusi tersebut meliputi 2.250 kilogram beras, 5.060 bungkus mi instan, 1.130 boks makanan darurat, 514 liter minyak goreng, 3.300 butir telur, serta ribuan kaleng susu steril dan sarden, ditambah 60 paket makan siang harian untuk tim operasional.
Guna mendukung kelayakan hidup para pengungsi selama masa tanggap darurat, perusahaan juga menyalurkan perlengkapan nonpangan secara terstruktur. Fasilitas yang disiapkan mencakup 32 unit kasur lengkap dengan sprei, selimut, bantal, dan guling, serta 2 tenda darurat berukuran 6x3 meter, perlengkapan kebersihan, hingga ratusan paket minuman siap saji.
Penyerahan bantuan logistik tersebut dilakukan secara simbolis pada Selasa (18/8/2026) di Fuel Terminal Bajo sebagai bentuk kehadiran langsung manajemen di titik operasi penanganan bencana.
"Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para awak mobil tangki yang terus berdedikasi menjaga kontinuitas pasokan energi di tengah medan yang sangat menantang demi masyarakat Flores," ujar Mochamad Iriawan.
Dari sudut pandang operasional rantai pasok, penguatan distribusi dilakukan dengan memobilisasi 39 personel Awak Mobil Tangki (AMT) perbantuan dari berbagai wilayah operasional lintas pulau. Keandalan armada diperkuat melalui penambahan 31 unit mobil tangki cadangan dari Fuel Terminal Badas, Bima, dan Bajo, sehingga total 38 unit mobil tangki dioperasikan penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat serta tim evakuasi.
Corporate Secretary Elnusa menegaskan bahwa langkah tanggap darurat ini merupakan integrasi antara kepedulian kemanusiaan dan tanggung jawab menjaga stabilitas infrastruktur energi nasional di tengah masa pemulihan daerah terdampak.
"Sinergi ini difokuskan untuk menghadirkan bantuan yang tepat sasaran, mulai dari pasokan bahan pangan hingga kepastian distribusi energi, demi meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan dengan selalu mengutamakan faktor keselamatan kerja," kata Rustam Aji.
