TRENMEDIA.BIZ.ID - Indonesia masih menyimpan potensi besar di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang sangat krusial untuk menopang kebutuhan energi nasional di masa mendatang. Salah satu lokasi yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi adalah pengembangan Blok Masela yang berlokasi di Maluku.

Pakar ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, berpendapat bahwa percepatan pengembangan Blok Masela sangat penting untuk menjadi sumber utama produksi migas nasional, khususnya dalam hal gas bumi.

"Kalau gas memang potensinya masih besar dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Masela," ujar Fahmy Radhi saat dihubungi pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Fahmy, pengembangan Blok Masela perlu dipercepat agar segera dapat menghasilkan produksi gas. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan tambahan penerimaan negara yang signifikan.

Untuk mewujudkan percepatan tersebut, Fahmy mendorong agar PT Pertamina (Persero) dapat terlibat aktif dalam proyek Blok Masela.

Fahmy menilai Pertamina memiliki kapasitas yang memadai untuk masuk ke dalam proyek ini. Perusahaan BUMN tersebut dinilai mampu mencari skema pendanaan yang tepat, baik dari sumber daya internal maupun melalui pendanaan eksternal.

Dengan demikian, pengembangan Blok Masela tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kalau Pertamina masuk di Masela, maka ini akan mempercepat produksi dari Masela. Kemudian menghasilkan gas yang bisa menjadi pendapatan bagi negara," jelas Fahmy Radhi.

Pengembangan Blok Masela menjadi semakin strategis seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi migas nasional. Target ini merupakan bagian dari strategi penguatan ketahanan energi sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi nasional.