TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan luka mendalam, tak hanya pada lanskap perbukitan yang longsor, tetapi juga pada denyut kehidupan masyarakatnya. Bencana alam ini secara signifikan merusak infrastruktur penting yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari.
Kerusakan terparah terjadi pada jaringan pipa distribusi air bersih yang menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan warga di Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo. Longsoran tanah akibat guncangan gempa memutuskan aliran air yang selama ini mengalir lancar ke permukiman.
Akibatnya, pasokan air bersih yang vital bagi kelangsungan hidup warga terhenti total. Kondisi ini memaksa masyarakat Desa Ululoga menghadapi dilema yang berat, di mana kebutuhan dasar terancam pemenuhannya.
Beban ekonomi tak terhindarkan menghampiri warga. Untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka harus merogoh kocek dalam, mengeluarkan biaya hingga Rp 100.000 untuk setiap tangki air.
"Warga terpaksa menanggung beban ekonomi tambahan dengan membeli pasokan air bersih seharga Rp 100.000 untuk setiap tangki demi mencukupi kebutuhan harian," demikian tertulis dalam pemberitaan.
Namun, di tengah kesulitan yang melanda, semangat kebersamaan dan ketahanan sosial masyarakat Desa Ululoga justru bersinar terang. Mereka tidak serta-merta berdiam diri menunggu uluran tangan bantuan semata.
Menyadari urgensi pemulihan akses air bersih, warga Desa Ululoga memilih untuk mengambil langkah proaktif. Mereka berinisiatif untuk melakukan perbaikan secara mandiri demi mempercepat normalisasi distribusi air.
Tindakan kolektif ini menunjukkan bahwa masyarakat setempat memiliki daya juang yang tinggi dalam menghadapi bencana. Mereka lebih mengutamakan solusi cepat melalui gotong royong daripada menunggu proses bantuan teknis yang mungkin memakan waktu lebih lama.
Upaya swadaya ini diharapkan dapat segera mengembalikan pasokan air bersih ke permukiman, meringankan beban warga, dan memulihkan kembali roda kehidupan di Desa Ululoga pasca-gempa.
