TRENMEDIA.BIZ.ID - Pasar modal Amerika Serikat tengah bersiap menyambut salah satu penawaran saham perdana (IPO) paling dinanti, yakni SpaceX. Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk ini dijadwalkan akan mulai melantai di bursa Nasdaq pada 12 Juni 2026 mendatang.
Dikutip dari Stocksetup, perusahaan riset investasi Morningstar baru saja merilis proyeksi valuasi untuk SpaceX. Dalam analisisnya, mereka memperkirakan nilai perusahaan berada di kisaran US$780 miliar.
Angka estimasi tersebut terpaut cukup jauh dari target valuasi yang dipatok oleh SpaceX sendiri. Perusahaan milik Elon Musk tersebut diketahui membidik valuasi mencapai US$1,75 triliun untuk aksi korporasi ini.
Perbedaan angka yang signifikan ini memicu perdebatan di kalangan investor mengenai nilai fundamental SpaceX. Meski begitu, IPO ini diprediksi akan menjadi salah satu catatan sejarah terbesar dalam pasar modal Amerika Serikat.
Analis ekuitas dari Morningstar, Nicolas Owens, menyoroti adanya keraguan terhadap lini bisnis kecerdasan buatan (AI) milik perusahaan. Menurutnya, SpaceX masih harus menghadapi tantangan besar karena persaingan yang sangat ketat dengan pemain mapan seperti OpenAI dan Anthropic.
"Kami tidak melihat Grok sebagai salah satu laboratorium AI terdepan saat ini," ujar Nicolas Owens.
Selain AI, Owens juga menyoroti ketergantungan bisnis tersebut pada teknologi yang belum teruji sepenuhnya. Salah satu konsep yang diragukan adalah rencana pengembangan pusat data orbital yang akan ditempatkan di luar angkasa.
"Kami menilai masa depan bisnis AI SpaceX bergantung pada teknologi yang belum terbukti, seperti konsep pusat data orbital di luar angkasa," ujar Nicolas Owens.
Di sisi lain, layanan internet satelit Starlink juga menjadi perhatian khusus karena menghadapi berbagai hambatan teknis. Selain masalah teknologi, terdapat faktor eksternal di luar kendali perusahaan yang berpotensi memengaruhi kinerja operasional mereka ke depan.