TRENMEDIA.BIZ.ID - Stadion Pakansari di Bogor akan menjadi saksi bisu pertemuan sengit antara Timnas Indonesia melawan Vietnam dalam lanjutan Piala AFF 2026. Pertandingan yang dinantikan publik sepak bola tanah air ini dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 3 Agustus 2026.

Dikutip dari Detikcom, Skuad Garuda saat ini sedang dalam kondisi kepercayaan diri tinggi setelah mengantongi dua kemenangan beruntun. Di sisi lain, Vietnam datang dengan target mencuri poin demi menjaga asa mereka tetap melaju di turnamen bergengsi Asia Tenggara ini.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan 23 dari 26 pemain yang akan diturunkan dalam laga krusial tersebut. Ia menekankan pentingnya bagi para pemain untuk tetap fokus dan menjaga ketenangan di tengah tensi pertandingan yang tinggi.

"Saya meminta kepada tim untuk menunjukkan kualitas itu. Jadi itulah fokus kami, memperkuat pemahaman dan cara meresponsnya. Karena akan ada momen pertandingan melawan Vietnam berjalan panas, saat itu kami harus tepat meresponsnya," ujar John Herdman.

John Herdman juga menyoroti peran krusial bermain di hadapan pendukung sendiri sebagai keuntungan taktis. Ia memandang laga ini sebagai titik penentu bagi kedua tim dalam mengendalikan alur kompetisi di grup mereka.

"Menghadapi tim terbaik yang akan menentukan buat kedua tim. Bagi kami, ini adalah momen untuk mengambil kendali. Sementara bagi Vietnam, mereka harus menang atau imbang untuk terus melaju," kata John Herdman.

Sementara itu, pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Indonesia, khususnya ketajaman striker Mitchell Baker. Ia mengakui bahwa kemampuan fisik dan penempatan posisi Baker menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan timnya.

"Kami sudah menganalisis dua laga awal Indonesia, dan mereka jelas tim yang sangat kuat. (Baker) punya fisik tinggi, kuat di udara, dan sulit dijaga karena penempatan posisi dan kemampuan menembaknya," tutur Kim Sang-sik.

Meskipun mewaspadai serangan Indonesia, Kim Sang-sik tetap menaruh kepercayaan besar pada barisan pertahanannya yang belum kebobolan. Ia menegaskan bahwa kekokohan lini belakang adalah hasil dari kerja sama kolektif seluruh pemain di lapangan.