TRENMEDIA.BIZ.ID - Menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026-2027, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengambil langkah taktis yang cukup mengejutkan. Ia memutuskan untuk menggeser posisi gelandang Andy Diouf menjadi seorang wing-back kanan di skuad Nerazzurri.

Keputusan ini diambil setelah Inter Milan mengalami krisis di posisi bek sayap. Klub kehilangan dua pemain kunci, yakni Denzel Dumfries dan Matteo Darmian, pada bursa transfer musim panas 2026.

Dikutip dari Footmercato, Real Madrid secara resmi merekrut Denzel Dumfries setelah menebus klausul rilis sang pemain senilai 20 juta euro atau sekitar Rp415 miliar. Kondisi ini memaksa manajemen klub untuk bergerak cepat mencari pengganti yang sepadan.

Upaya manajemen Inter Milan untuk mendatangkan Marco Palestra dari Atalanta pun tidak membuahkan hasil. Mereka gagal mendapatkan tanda tangan sang pemain setelah kalah bersaing dengan klub Inggris, Chelsea.

Dalam menyikapi situasi tersebut, Cristian Chivu memilih untuk memanfaatkan potensi Andy Diouf. Pemain berusia 23 tahun tersebut dinilai memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan dari sisi sayap.

"Saya memiliki gagasan yang agak nekat untuk memainkan Andy Diouf sebagai wing-back karena dia benar-benar berani melakukan dribel melewati lawan," ujar Cristian Chivu.

Strategi eksperimental ini sebenarnya bukan hal baru bagi sang pelatih. Chivu diketahui sudah mulai menerapkan skema tersebut sejak musim 2025-2026 lalu untuk melihat efektivitasnya di lapangan.

Sepanjang musim 2025-2026, mantan pemain RC Lens tersebut tercatat tampil sebanyak 12 kali di posisi wing-back kanan. Dari penampilan tersebut, ia bahkan berhasil menyumbangkan dua gol bagi La Beneamata.

"Akan ada pertandingan di mana dia dimainkan di lini tengah, tetapi saya lebih suka dia bermain sebagai wing-back karena dia memiliki karakteristik yang tidak kita miliki," kata Cristian Chivu.