TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) mencatatkan tren pelemahan harga saham sejak awal Juli 2026. Fenomena ini menarik perhatian investor karena emiten infrastruktur telekomunikasi tersebut menawarkan imbal hasil dividen yang cukup tinggi.

Dikutip dari Stocksetup, perusahaan siap membagikan dividen tunai dengan total nilai mencapai Rp2,08 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 98% dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Setiap pemegang saham MTEL dijadwalkan menerima pembagian dividen sebesar Rp25,6 per lembar saham. Jika dikonversi, maka investor akan mendapatkan Rp2.560 untuk setiap lot saham yang dimiliki.

Pada penutupan perdagangan Rabu (1/7/2026), harga saham MTEL bertengger di level Rp505 per saham. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 6,48% atau setara dengan 35 poin dibandingkan sesi sebelumnya.

Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, saham MTEL telah terkoreksi sebesar 23,48% atau berkurang 155 poin. Meski demikian, para analis menilai potensi imbal hasil dari dividen ini masih sangat menjanjikan bagi pelaku pasar.

"Tingkat imbal hasil dividen saat ini tergolong sangat atraktif karena pasar ekuitas yang tercermin dari IHSG sedang mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun," ujar Senior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Indonesia, Yosua Zisokhi.

Yosua menambahkan bahwa pembagian dividen tersebut menjadi krusial sebagai sumber arus kas bagi para investor. "Dividen juga menjadi sumber cash flow bagi investor," tutur Yosua Zisokhi.

Beliau juga menjelaskan bahwa besaran dividen dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham MTEL dalam jangka pendek. "Besaran dividen dapat berfungsi sebagai pendorong positif bagi pergerakan saham MTEL di tengah tingginya volatilitas pasar saat ini," jelas Yosua Zisokhi.

Manajemen menegaskan bahwa kebijakan pembagian dividen jumbo ini tidak akan mengganggu rencana ekspansi bisnis. Perusahaan memiliki struktur modal yang solid dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,56 kali.