TRENMEDIA.BIZ.ID - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi memutuskan untuk membatalkan wacana penjualan saham Piala Dunia melalui entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Keputusan ini diambil setelah rencana tersebut memicu gelombang penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola di seluruh dunia.
Langkah kontroversial yang sebelumnya diusung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, ini dinilai kurang mendapatkan dukungan. Situasi ini menciptakan ketegangan yang cukup signifikan di dalam tubuh organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Dikutip dari laman berita terkait, penolakan tidak hanya datang dari pihak eksternal, tetapi juga mengguncang struktur internal FIFA. Sejumlah konfederasi besar menyatakan keberatan mereka secara terbuka terhadap skema komersialisasi tersebut.
Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) menjadi salah satu pihak yang menolak keras rencana ini. Mereka bahkan sempat melayangkan ancaman untuk memboikot gelaran Piala Dunia jika FIFA tetap melanjutkan kebijakan penjualan saham tersebut.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Konfederasi Sepak Bola Kolombia, Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Penolakan dari berbagai konfederasi ini menjadi faktor kunci yang menghambat jalannya agenda komersialisasi FIFA.
Di jajaran pimpinan FIFA, riak protes pun tak kalah kencang. Penasihat Senior FIFA, Carlos Cordeiro, secara tegas menyampaikan keberatan atas skema komersialisasi yang ditawarkan oleh kepemimpinan Gianni Infantino.
"Sebagai bentuk kritik keras terhadap kepemimpinan Gianni Infantino, saya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatan saya," ujar Carlos Cordeiro.
Kritik tajam juga datang dari Kevin Lamour, sosok yang menjabat sebagai Kepala Operasi FIFA sejak 2024. Ia menyoroti kurangnya transparansi dalam proses perancangan keterlibatan investor swasta di dalam FFE.
"Infantino bergerak secara tertutup dan saya merasa tertipu dengan cara kepemimpinan sang presiden," ujar Kevin Lamour.