TRENMEDIA.BIZ.ID - Pihak kepolisian saat ini tengah mengintensifkan upaya penyelidikan terkait kasus meninggalnya Sutrimo, sosok yang menjabat sebagai kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Proses ini dilakukan guna mengungkap fakta-fakta objektif di balik peristiwa tersebut.
Dikutip dari sumber berita terkait, aparat kepolisian telah mengambil langkah proaktif dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Langkah ini diambil sebagai upaya pengumpulan informasi yang komprehensif dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui kejadian.
Selain pemeriksaan saksi, tim penyidik juga melakukan pendalaman melalui bukti-bukti teknis di lapangan. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah pengumpulan rekaman kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik lokasi terkait.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa rekaman CCTV dari sebuah klinik telah diamankan. Rekaman tersebut kini sedang menjalani serangkaian pemeriksaan melalui proses digital forensik.
Tidak hanya dari klinik, pihak kepolisian juga telah meminta rekaman kamera pengawas dari RS Muhammadiyah Taman Puring. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap jejak digital yang ada dapat dianalisis secara akurat.
"Proses penyelidikan masih berlangsung. Penyelidik akan melanjutkan klarifikasi terhadap dokter dan saksi lainnya, melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap rekaman CCTV, serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," ujar Budi pada Jumat (31/7/2027).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil dari laboratorium forensik untuk memperkuat bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Hasil tersebut nantinya akan menjadi pelengkap dalam menyusun kronologi kejadian yang sebenarnya.
Seluruh proses penyelidikan ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Pihak berwenang berkomitmen untuk menjalankan prosedur sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
Masyarakat diharapkan dapat tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada pihak kepolisian dalam menangani perkara ini. Perkembangan lebih lanjut mengenai temuan di lapangan akan disampaikan setelah proses verifikasi data selesai dilakukan.