TRENMEDIA.BIZ.ID - Pengalaman terbang yang nyaman sering kali bergantung pada persiapan fisik penumpang sebelum naik ke pesawat. Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan pemilihan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum perjalanan udara dimulai.

Perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat memiliki dampak signifikan terhadap sistem pencernaan manusia. Kondisi ini sering memicu keluhan kesehatan seperti perut kembung hingga dehidrasi yang dapat mengganggu kenyamanan selama di perjalanan.

Dikutip dari laman Gaya Hidup pada 1 Agustus 2026, terdapat sepuluh jenis asupan yang perlu dihindari agar penumpang tidak mengalami gangguan kesehatan. Pemilihan makanan yang tepat menjadi kunci utama agar kondisi tubuh tetap prima selama berada di ketinggian.

"Dengan membatasi konsumsi jenis makanan dan minuman tersebut sebelum maupun selama penerbangan, Anda dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan dan menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi dengan baik," ujar Citra Nabilah, S.Ikom., M.A.

Mengapa pemilihan makanan ini krusial? Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana tubuh beradaptasi terhadap lingkungan kabin yang memiliki tekanan udara berbeda dengan permukaan bumi.

Ketika pesawat mencapai ketinggian tertentu, gas di dalam sistem pencernaan cenderung memuai. Akibatnya, mengonsumsi makanan yang memicu gas dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang hebat pada area perut.

Selain itu, minuman tertentu yang bersifat diuretik atau mengandung kafein tinggi dapat mempercepat proses dehidrasi. Di lingkungan kabin yang cenderung kering, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi tantangan tersendiri bagi setiap penumpang.

Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk lebih selektif dalam memilih menu sebelum berangkat. Langkah preventif ini sangat efektif untuk meminimalkan risiko masalah kesehatan yang tidak diinginkan di dalam pesawat.

Dengan memperhatikan panduan ini, setiap individu diharapkan dapat menikmati perjalanan udara dengan lebih rileks. Kualitas istirahat atau aktivitas selama terbang akan jauh lebih baik jika sistem pencernaan terjaga dengan optimal.