TRENMEDIA.BIZ.ID - Kecerdasan emosional atau EQ kini dianggap sebagai salah satu keterampilan krusial yang menentukan keberhasilan seseorang di lingkungan profesional. Kemampuan ini mencakup kecakapan individu dalam mengenali, memahami, serta mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain secara tepat.
Dilansir dari HaiBunda, tingkat EQ seseorang dapat terlihat dengan jelas melalui cara mereka bertutur kata di kantor. Hal ini terutama tampak ketika mereka berada di bawah tekanan berat atau saat menghadapi situasi yang menantang.
"Saya menghargai usaha Kamu," adalah salah satu ungkapan yang menunjukkan adanya apresiasi tulus terhadap dedikasi dan proses kerja rekan sejawat, tutur Elisa Purnama, S.Sn., M.A.
Menurut Elisa Purnama, S.Sn., M.A., kalimat tersebut mencerminkan bahwa seseorang tidak hanya berfokus pada hasil akhir semata, melainkan juga menghargai kerja keras yang telah dilakukan oleh orang lain.
Dalam situasi yang mendesak, individu dengan EQ tinggi cenderung memiliki kontrol diri yang baik dan tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan impulsif. Mereka lebih memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu guna mendapatkan solusi yang lebih bijak.
"Saya butuh beberapa waktu untuk mencobanya," merupakan kalimat yang sering diucapkan oleh mereka yang memiliki kecerdasan emosional mumpuni, jelas Elisa Purnama, S.Sn., M.A.
Selain itu, menciptakan ruang komunikasi yang aman bagi rekan kerja juga menjadi prioritas bagi mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi. Hal ini bertujuan untuk membangun kolaborasi yang sehat tanpa adanya rasa takut akan penghakiman.
"Beri tahu saya bagaimana perasaanmu tentang hal itu?" adalah bentuk ungkapan yang mencerminkan rasa hormat dan empati terhadap rekan kerja, ujar Elisa Purnama, S.Sn., M.A.
Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 36 persen orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi di dunia kerja. Mereka yang masuk dalam kategori ini umumnya memiliki performa kerja yang lebih stabil dan adaptif terhadap perubahan.