TRENMEDIA.BIZ.ID - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan arahan penting terkait standar kesehatan hunian bagi masyarakat Indonesia. Beliau secara tegas meminta masyarakat untuk mulai meninggalkan penggunaan material asbes dan seng sebagai atap rumah.

Langkah ini diambil pemerintah bukan tanpa alasan mendasar. Penggunaan material tersebut dinilai berpotensi menimbulkan berbagai risiko penyakit bagi para penghuni rumah dalam jangka panjang.

Dikutip dari detikProperti, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, memberikan tanggapan mengenai fenomena penggunaan material tersebut. Ia mengakui bahwa hingga saat ini, masih banyak hunian di Indonesia yang mengandalkan seng dan asbes.

Teguh menjelaskan bahwa preferensi masyarakat terhadap material tersebut umumnya didasarkan pada faktor ekonomi dan kemudahan akses. Bahan-bahan ini dianggap sebagai solusi praktis bagi banyak orang dalam membangun atau merenovasi rumah.

"Banyak masyarakat memang memilih asbes dan seng karena mudah didapatkan, mudah pasang dan harga sangat terjangkau," ujar Teguh Aryanto.

Pernyataan tersebut menyoroti tantangan besar dalam mengedukasi masyarakat terkait standar kesehatan bangunan. Meskipun faktor harga menjadi pertimbangan utama, aspek risiko kesehatan kini menjadi prioritas yang ditekankan oleh Presiden.

Hingga Jumat (31/7/2026), diskusi mengenai standar material bangunan yang aman bagi kesehatan terus menjadi perhatian berbagai pihak. Upaya transisi menuju material yang lebih aman diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah dan para ahli arsitektur terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih material konstruksi agar hunian tidak hanya nyaman, tetapi juga aman bagi kesehatan keluarga.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.