TRENMEDIA.BIZ.ID - Lantai keramik merupakan material bangunan yang populer karena dikenal awet dan mudah dalam perawatannya. Namun, seiring berjalannya waktu, pemilik rumah sering kali mendapati masalah berupa keretakan atau pecahan pada bagian permukaan lantai.

Kondisi lantai yang pecah sebenarnya cukup berbahaya bagi penghuni rumah. Ujung keramik yang patah cenderung tajam dan berisiko melukai kaki, menyebabkan seseorang tersandung, hingga memicu kecelakaan lainnya.

Dikutip dari detikcom, seorang kontraktor bernama Wildan menjelaskan bahwa sebenarnya ada cara mudah untuk memperbaiki lantai keramik yang rusak. Meski demikian, teknik perbaikan antara lantai dasar dan lantai atas memiliki perbedaan signifikan.

Menurut Wildan, terdapat dua metode utama untuk mengatasi masalah ini, yakni perbaikan bersifat sementara dan perbaikan permanen. Jika hanya ingin memperbaiki secara sementara, pemilik rumah bisa memanfaatkan campuran semen dan air sebagai pengisi di bawah keramik agar kembali merekat.

"Apabila hanya ingin sementara pakai campuran semen dan air. Campuran ini akan menjadi pengisi di bawah keramik agar merekat lagi. Sebelum itu, keramik yang rusak harus dibongkar dan dipasang dengan yang baru," ujar Wildan.

Sementara itu, untuk hasil yang lebih awet atau permanen, disarankan menggunakan metode plat lantai atau pengecoran dengan besi. Tahapan awal pengerjaan tetap sama, yaitu membongkar keramik yang rusak terlebih dahulu sebelum memasang plat lantai di bawahnya.

Pemilik rumah perlu memahami penyebab utama kerusakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Wildan mengungkapkan bahwa salah satu faktor pemicu kerusakan pada lantai dasar adalah adanya penurunan tanah.

"Kalo di bawah biasanya kebanyakan karena penurunan tanah, jadi crack (retak) dia," kata Wildan saat dihubungi detikcom pada Jumat (31/7/2026).

Rumah yang berdiri di atas lahan bekas rawa atau bekas sawah memiliki risiko penurunan tanah yang lebih tinggi. Oleh karena itu, terdapat imbauan agar tidak membangun hunian di atas lahan bekas sawah demi keamanan struktur bangunan.