• TRENMEDIA.BIZ.ID - Perdagangan di Wall Street pada Senin, 10 Agustus 2026, diwarnai dengan sentimen negatif yang menekan dua indeks utama. Indeks Nasdaq dan S&P 500 tercatat ditutup melemah.

Melemahnya kedua indeks bursa tersebut dipengaruhi oleh pergerakan saham sejumlah perusahaan teknologi terkemuka. Sektor semikonduktor menjadi sorotan utama dalam pelemahan ini.

Secara spesifik, saham Intel dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini turut memberikan beban tambahan pada kinerja indeks-indeks tersebut.

Penurunan tidak hanya terbatas pada Intel, tetapi juga merambah ke sejumlah perusahaan pembuat cip lainnya. Sentimen negatif ini menciptakan efek domino di pasar.

Situasi pasar saham ini terjadi di tengah meredupnya harapan akan tercapainya kesepakatan terkait Selat Hormuz. Ketegangan di kawasan tersebut terus menjadi perhatian investor global.

Meskipun artikel asli tidak menyebutkan secara rinci siapa yang membuat pernyataan atau kutipan, namun konteks berita menyiratkan adanya analisis pasar dari para pelaku finansial.

"Indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026), tertekan penurunan saham Intel dan sejumlah perusahaan pembuat cip," demikian kutipan dari sumber berita mengenai kondisi pasar.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik dapat secara langsung memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham di tingkat global.

Kekhawatiran mengenai ketidakpastian di Selat Hormuz berpotensi mengganggu rantai pasok global, termasuk industri teknologi yang sangat bergantung pada logistik internasional.