TRENMEDIA.BIZ.ID - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu saat ini tengah gencar melakukan perburuan terhadap Aan Kurniawan alias AK. Ia diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan brutal yang merenggut nyawa satu keluarga di Jalan Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Peristiwa tragis yang menggemparkan ini terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026. Tiga nyawa melayang dalam insiden tersebut, yakni Jamil (32), anaknya yang masih balita berinisial Rizky (2), serta sang istri, Nur Hanissa alias Ade Anisa (23).

Nur Hanissa sempat berjuang untuk hidup pasca kejadian, namun takdir berkata lain. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 5 Agustus 2026, menyusul suami dan anaknya.

Pihak kepolisian secara tegas membantah adanya hubungan kekerabatan antara terduga pelaku dengan ketiga korban. Hubungan yang terjalin, menurut keterangan, murni sebatas rekan kerja dan sesama warga satu kampung.

Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby, memberikan klarifikasi resmi terkait simpang siur informasi yang beredar di masyarakat. Ia menyoroti adanya isu yang mengaitkan hubungan keluarga antara korban dan pelaku.

"Dari informasi yang kami peroleh tidak demikian. Jadi yang ada hanya hubungan berasal dari kampung yang sama, bukan hubungan keluarga antara korban dan terduga pelaku," ujar AKP Ismailboby saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Senin, 27 Juli 2026.

Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh tim Polresta Palu untuk memastikan penangkapan terduga pelaku segera dilakukan. Motif di balik aksi keji ini masih dalam pendalaman lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada isu yang belum terverifikasi kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Perkembangan selanjutnya akan terus dilaporkan.

Dikutip dari Kompas.com, tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar korban dan masyarakat sekitar. Aparat berupaya keras mengungkap tuntas kasus ini demi keadilan para korban.