TRENMEDIA.BIZ.ID - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meluncurkan inisiatif strategis untuk memperluas akses kepemilikan rumah pertama. Program ini menawarkan solusi terintegrasi yang mencakup pilihan hunian dan skema pembiayaan yang adaptif, khususnya menyasar generasi muda.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyoroti pentingnya kemudahan akses bagi masyarakat, terutama pembeli rumah pertama dari kalangan Gen Z. Mereka membutuhkan platform yang memungkinkan perbandingan hunian dan pemahaman mendalam mengenai opsi pembiayaan yang sesuai dengan kapasitas finansial masing-masing.
"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah. Dalam satu tempat, calon pembeli dapat melihat berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh akses ke alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka," ujar Rosan Roeslani dalam keterangan resminya.
Pendekatan terintegrasi ini dianggap krusial karena tantangan kepemilikan rumah tidak hanya terbatas pada ketersediaan unit, tetapi juga pada kemudahan mendapatkan informasi yang komprehensif dan membandingkan berbagai proyek perumahan.
Untuk mewujudkan visi ini, Danantara akan menggelar Danantara Housing Expo 2026. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK, Jakarta, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menemukan solusi kepemilikan rumah.
Melalui pameran ini, masyarakat akan mendapatkan akses ke lebih dari 200.000 pilihan hunian yang dirancang untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun non-MBR, membuka peluang lebih luas bagi berbagai segmen masyarakat.
Calon pembeli nantinya dapat berinteraksi langsung dengan pengembang properti, serta perwakilan bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank syariah. Sesi konsultasi ini akan mencakup simulasi pembiayaan perumahan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Dalam hal pembiayaan, Danantara akan menawarkan berbagai alternatif menarik. Pilihan yang tersedia mencakup uang muka atau DP mulai dari 1%, suku bunga atau margin kompetitif mulai dari 2,75%, serta tenor pinjaman yang mencapai 30 tahun, bahkan skema angsuran bertahap.
Rosan Roeslani meyakini bahwa ragam pilihan pembiayaan ini akan sangat membantu masyarakat dalam menyesuaikan keputusan pembelian rumah dengan kondisi finansial mereka. "Rumah-rumah itu juga dirancang agar dapat dibeli masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik serta mekanisme pembayaran yang lebih baik," jelasnya.
