TRENMEDIA.BIZ.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan sektor pembiayaan kendaraan yang digarap oleh perusahaan multifinance akan menunjukkan prospek yang positif hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Hal ini didasarkan pada analisis OJK mengenai tren pasar dan potensi pertumbuhan di industri otomotif nasional. Prediksi ini menjadi angin segar bagi pelaku industri pembiayaan kendaraan di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menjelaskan bahwa prospek cerah ini didukung oleh sejumlah faktor krusial.

Salah satu pendorong utama adalah diperkirakan adanya peningkatan permintaan terhadap kendaraan, baik yang menggunakan mesin konvensional maupun kendaraan listrik. Pertumbuhan permintaan ini menjadi indikator penting bagi industri pembiayaan.

"Termasuk melalui penyelenggaraan pameran otomotif seperti GIIAS (Gaikindo International Auto Show) yang berpotensi mendorong penjualan kendaraan dan permintaan pembiayaan," ujar Agusman dalam jawaban tertulisnya pada Jumat (7/8/2026).

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa penyaluran pembiayaan mobil baru dan bekas oleh multifinance sempat mengalami kontraksi sebesar 3,25% secara year on year (yoy) hingga mencapai Rp 230,47 triliun pada Juni 2026.

Namun, segmen pembiayaan kendaraan listrik justru menunjukkan tren yang berlawanan dengan pertumbuhan signifikan. Pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan multifinance melonjak 34,7% secara year on year (yoy) hingga menembus angka Rp 24,6 triliun pada paruh pertama tahun ini.

"Dan diperkirakan (pembiayaan kendaraan listrik) dapat tumbuh positif hingga akhir 2026," kata Agusman, menegaskan optimisme terhadap segmen ini.

Agusman mengungkapkan harapannya agar berbagai insentif yang diberikan untuk kendaraan listrik dapat memacu peningkatan permintaan. Hal ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang substansial terhadap realisasi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di masa mendatang.