TRENMEDIA.BIZ.ID - Kasus pembunuhan brutal yang merenggut nyawa satu keluarga di usaha pemotongan ayam di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini telah menelan tiga korban jiwa. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Korban terakhir yang mengembuskan napas terakhir adalah Nur Hanissa alias Ade Anisa (23). Ia merupakan satu-satunya saksi kunci yang selamat dari insiden berdarah yang terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026.
Nur Hanissa meninggal dunia pada Rabu sore, 5 Agustus 2026, setelah berjuang melawan luka parah yang dideritanya. Ia telah menjalani perawatan intensif selama sepuluh hari di RSUD Undata Palu.
Sebelumnya, suami Nur Hanissa, Jamil (32), dan anak balita mereka yang berusia dua tahun, Rizky, telah ditemukan tewas di lokasi kejadian. Dengan meninggalnya Nur Hanissa, seluruh anggota keluarga tersebut kini telah tiada akibat kekerasan yang dialami.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Nur Hanissa sempat memberikan kesaksian penting yang dapat membantu mengungkap pelaku. Pengakuan ini sangat berharga bagi penyelidikan polisi.
Kesaksian kunci yang diberikan oleh Nur Hanissa bahkan terekam dalam sebuah video. Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Dalam kesaksiannya, Nur Hanissa sempat menyebutkan nama seorang rekan kerja suaminya. Pernyataan ini menjadi petunjuk awal yang krusial bagi pihak kepolisian dalam memburu pelaku.
"Dia sebut nama rekan kerja suaminya," ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya, mengacu pada pengakuan Nur Hanissa.
Dikutip dari Kompas.com, meninggalnya Nur Hanissa menambah daftar panjang korban dalam kasus yang menggemparkan ini. Pihak kepolisian terus berupaya keras untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku.
