TRENMEDIA.BIZ.ID - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Peristiwa alam ini menimbulkan guncangan dahsyat yang berdampak signifikan di berbagai daerah.
Fokus utama dampak kerusakan akibat gempa ini dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka, khususnya di Kecamatan Palue. Wilayah yang berada di Pulau Palue ini menjadi titik terparah dari bencana alam tersebut.
Hingga Minggu malam, 16 Agustus 2026, pukul 22.00 Wita, data sementara yang berhasil dihimpun Pemerintah Kecamatan Palue menunjukkan angka kerusakan yang mengkhawatirkan.
"Sebanyak 141 rumah warga tercatat mengalami rusak berat," demikian informasi yang tercatat dari Pemerintah Kecamatan Palue.
Bencana alam ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur, namun juga merenggut nyawa. Korban jiwa pertama teridentifikasi dalam peristiwa gempa ini.
Seorang warga bernama Yustina Sugo dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Beliau merupakan warga Dusun Awa Male, Desa Nitung Lea.
"Yustina Sugo meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan," demikian keterangan yang diperoleh mengenai penyebab meninggalnya korban.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah rawan gempa seperti NTT. Upaya mitigasi dan penanggulangan bencana terus menjadi prioritas.
Dikutip dari TIMESINDONESIA.MY.ID, gempa ini menjadi catatan penting dalam sejarah kebencanaan di NTT.
