TRENMEDIA.BIZ.ID - Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, kini mendapatkan penanganan prioritas dengan pengerahan helikopter water bombing. Langkah ini diambil untuk menjangkau area lereng yang tidak dapat diakses secara efektif oleh tim gabungan melalui jalur darat.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memimpin langsung upaya penanggulangan kebakaran tersebut. Ia menyatakan bahwa optimalisasi helikopter pengebom air menjadi kunci utama dalam memadamkan api.

"Ada tiga helikopter yang sudah beroperasi dari dua hari lalu, mohon doanya supaya cuaca tetap baik sehingga api bisa dipadamkan, terutama di lereng yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat," ujar Raja Juli di Gunung Bromo, Minggu (9/8).

Operasi water bombing hari itu menargetkan pelaksanaan sebanyak 30 kali penerbangan. Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah 17 kali water bombing berhasil dilakukan dari udara.

Namun, efektivitas pemadaman melalui jalur udara sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hembusan angin yang kencang menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kelancaran proses penanganan kebakaran ini.

Oleh karena itu, Raja Juli menghimbau masyarakat untuk terus memberikan dukungan doa. Dukungan ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan upaya pemadaman di kawasan Gunung Bromo.

"Mohon doa supaya cuaca tetap baik sehingga bisa genap 30 kali dan titik api bisa dipadamkan," katanya.

Selain upaya udara, tim gabungan tetap aktif melakukan pemadaman melalui jalur darat. Petugas di lapangan juga sigap membuat sekat bakar sepanjang enam kilometer. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya titik api yang dapat mengancam kawasan yang lebih luas.

"Kejadian kemarin (meluasnya kebakaran di Bromo) karena faktor kelerengan dan hembusan angin yang sangat tinggi akhirnya membuat api loncat," jelasnya.