TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) telah menetapkan kebijakan pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah diselenggarakan sebelumnya.
Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp290 per lembar saham. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap kepercayaan investor yang telah mendukung kinerja perseroan.
Dikutip dari Stocksetup, pihak perseroan telah menjadwalkan batas akhir pembelian saham yang berhak atas dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2026. Para investor diharapkan memperhatikan jadwal tersebut agar tetap memenuhi syarat penerimaan dividen.
"Emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 ini menjalankan model bisnis terintegrasi yang mencakup sektor hulu hingga hilir, mulai dari produk konsumen bermerek, mi instan, agribisnis, hingga jaringan distribusi nasional," ujar Stocksetup.
Perusahaan yang kini dikenal luas ini memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1990 dengan nama PT Panganjaya Intikusuma. Nama perusahaan kemudian berganti menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada tahun 1994, tepat saat perseroan mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Portofolio bisnis perseroan mencakup berbagai merek produk rumah tangga populer yang mendominasi pasar Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Indomie, Pop Mie, Bogasari, Bimoli, Chitato, hingga produk susu Indomilk.
Kinerja keuangan perusahaan pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,96 triliun pada kuartal pertama tahun 2026.
Pencapaian laba bersih tersebut mencatatkan peningkatan sebesar 8,6 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Seiring dengan kenaikan laba bersih, laba bersih per saham perusahaan juga ikut terkerek menjadi Rp290 per lembar saham.
Selain laba bersih, pendapatan bersih perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,4 persen YoY, yakni mencapai angka Rp33,89 triliun. Sementara itu, laba kotor tercatat meningkat sebesar 2,5 persen YoY menjadi Rp11,16 triliun dengan perolehan EBITDA sebesar Rp6,62 triliun.