TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) telah menetapkan jadwal pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi perusahaan atas kinerja keuangan yang dicapai sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, perseroan memutuskan untuk mengalokasikan dana sekitar Rp30,24 miliar sebagai dividen. Nilai pembagian ini setara dengan Rp40 untuk setiap lembar saham yang dimiliki investor.
Dikutip dari Stocksetup, pihak manajemen telah menetapkan batas akhir perdagangan saham yang memuat hak dividen atau cum date pada tanggal 2 Juli 2026. Investor yang tercatat hingga tanggal tersebut akan berhak mendapatkan distribusi keuntungan perusahaan.
"Para investor yang tercatat memiliki saham JECC hingga batas waktu cum date berhak menerima pencairan dividen tunai yang akan ditransfer pada 24 Juli 2026," jelas pihak manajemen sebagaimana dikutip dari Stocksetup.
Seiring dengan pengumuman tersebut, harga saham JECC di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat mengalami penguatan sebesar 2,24 persen. Pada sesi pertama perdagangan tanggal 2 Juli 2026, saham perusahaan berada di posisi 685.
PT Jembo Cable Company Tbk sendiri merupakan perusahaan manufaktur kabel yang telah berdiri sejak tahun 1973. Perusahaan mulai melantai di bursa saham sejak tahun 1992 dan dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam industri kabel listrik di Indonesia.
Selama lebih dari lima dekade, perseroan terus menyuplai kebutuhan kabel untuk berbagai sektor strategis. Produk yang dihasilkan mencakup kabel untuk telekomunikasi, gedung komersial, sektor minyak dan gas, hingga proyek energi terbarukan.
Portofolio produk perusahaan cukup beragam, mulai dari kabel tegangan rendah, menengah, hingga tinggi. Selain itu, JECC juga memproduksi konduktor aluminium dan tembaga, kabel kontrol, kabel instrumen, serta kabel tahan api.
Mengenai kinerja keuangan, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp856,56 miliar pada kuartal I 2026, yang menunjukkan koreksi 16,6 persen secara tahunan. Penurunan tersebut berdampak pada perolehan rugi bersih sebesar Rp16,27 miliar pada periode tiga bulan pertama tahun 2026.