TRENMEDIA.BIZ.ID - Disney secara resmi merilis catatan keuangan untuk kuartal pertama tahun 2026 dengan hasil yang cukup positif. Perusahaan mencatatkan total pendapatan sebesar 25,17 miliar dolar AS, yang menunjukkan peningkatan sebesar 6,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dikutip dari Donna Hettinger, angka pendapatan tersebut berhasil melampaui ekspektasi para analis pasar sebesar 1,3 persen. Selain pendapatan, laba bersih perusahaan juga mengalami pertumbuhan yang selaras dengan proyeksi awal para pengamat ekonomi.
Meskipun performa keuangan menunjukkan hasil yang memuaskan, reaksi pasar justru terlihat kontras setelah pengumuman tersebut dirilis. Harga saham Disney mengalami penurunan sebesar 7,4 persen dan kini diperdagangkan pada level 93,03 dolar AS.
Fenomena penurunan harga saham ini tidak terjadi secara terisolasi pada Disney saja. Rata-rata saham di sektor media konsumen diskresi tercatat merosot hingga 10,3 persen sejak pengumuman kinerja keuangan masing-masing perusahaan.
"Kinerja Disney disebut memuaskan pada kuartal tersebut di antara perusahaan hiburan lainnya," ujar Donna Hettinger.
Dinamika serupa juga dirasakan oleh beberapa perusahaan besar lainnya yang turut mempublikasikan kinerja mereka. Warner Music Group mencatat kenaikan pendapatan 16,7 persen, namun sahamnya justru turun 14,3 persen, sementara Scholastic melaporkan penurunan pendapatan 6,3 persen.
Selain itu, The New York Times mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12 persen secara tahunan, namun harga sahamnya terkoreksi 6,8 persen. FuboTV menjadi perusahaan dengan pertumbuhan tercepat sebesar 39,8 persen, meski sahamnya harus tertekan hingga 29,9 persen.
Wall Street kini telah menetapkan proyeksi pendapatan Walt Disney untuk kuartal mendatang di angka 25,41 miliar dolar AS. Target tersebut mencerminkan optimisme adanya kenaikan pendapatan sebesar 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Para analis juga telah mencapai konsensus terkait estimasi laba per saham (EPS) yang dipatok pada angka 1,89 dolar AS per lembar. Angka ini mencerminkan potensi lonjakan tahunan sebesar 17,4 persen bagi perusahaan.