TRENMEDIA.BIZ.ID - Dunia kuliner digital kini tengah menjadi sorotan tajam dari para praktisi profesional. Fenomena konten memasak di media sosial dinilai perlu dievaluasi agar tidak menyesatkan masyarakat luas.
Dalam acara Grand Baking Demo yang diselenggarakan oleh WINCheez di Jakarta pada Sabtu (1/8/2026), Chef Juna Rorimpandey dan Chef Yongki Gunawan memberikan pandangan kritis mereka. Dikutip dari Detik Hot, kedua pakar kuliner ini menekankan pentingnya menjaga integritas dalam berbagi resep.
Menurut Chef Juna, kreativitas dalam memasak tidak boleh berdiri sendiri tanpa landasan ilmu yang kuat. Pemahaman terhadap teknik dasar dan karakter bahan adalah kunci utama keberhasilan sebuah hidangan.
"Memahami teknik dan karakter bahan merupakan fondasi penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dari situ, kreativitas dapat terus dikembangkan," ujar Chef Juna.
Chef Juna juga mengingatkan para kreator konten agar memiliki etika dalam membagikan informasi kepada audiens. Ia menegaskan bahwa memberikan edukasi yang salah demi konten semata adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.
"Bikin yang aslinya. Jangan bohongin masyarakat! Kalian (content creator) punya tanggung jawab moral!" tegas Chef Juna.
Di sisi lain, Chef Yongki Gunawan menyoroti maraknya tren penyederhanaan resep yang tidak realistis. Ia menilai banyak konten yang menjanjikan hasil instan dengan bahan minim, padahal hal tersebut jauh dari standar kuliner yang benar.
"Banyak yang bilang tiga butir telur sama sedikit terigu bisa jadi kue seenak bakery atau di hotel. Itu bohong, nggak boleh begitu," kata Chef Yongki Gunawan.
Lebih lanjut, Chef Yongki khawatir bahwa praktik ini dapat mengaburkan standar rasa asli dan mengancam kelestarian resep tradisional. Konsumen pemula berisiko salah kaprah mengenai kualitas rasa yang sebenarnya.