TRENMEDIA.BIZ.ID - Sebuah destinasi agrowisata baru kini hadir di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Tempat yang dikenal dengan nama Menara Farm ini menawarkan pengalaman memetik melon hidroponik bagi para wisatawan.

Dikutip dari Detikcom, fasilitas ini secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat pada Sabtu (1/8/2026). Konsep yang diusung adalah perpaduan antara rekreasi keluarga dengan edukasi mengenai dunia pertanian modern.

Area greenhouse yang digunakan memiliki ukuran 11 x 24 meter dengan menampung sekitar 600 batang tanaman melon. Terdapat tiga varietas unggulan yang dibudidayakan di lokasi tersebut, yakni Sweet Lavender, Sweet Net, dan Petravani.

Sistem hidroponik yang diterapkan terbukti mampu menghasilkan melon dengan kualitas premium. Buah-buah tersebut memiliki ciri khas berupa daging berwarna oranye dengan tekstur yang renyah serta cita rasa yang manis.

"Wisata petik melon hidroponik ini menawarkan wisata edukasi dan petik melon sehingga pengunjung bisa memanen melon secara langsung," ujar Muhammad Ghaulam.

Setiap tanaman melon memerlukan waktu sekitar 50 hingga 58 hari untuk mencapai masa panen sejak awal penanaman. Bobot setiap buah yang dihasilkan pun cukup mengesankan, yakni mencapai rata-rata 3 kilogram per butir.

Bagi pengunjung yang tertarik membawa pulang hasil panen, pihak pengelola menetapkan harga sebesar Rp25.000 per kilogram. Pengunjung bebas memilih dan memetik sendiri buah melon yang mereka inginkan langsung dari pohonnya.

Selain mendapatkan kesegaran buah, wisatawan juga akan diberikan wawasan mendalam mengenai teknik bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang tertarik mempelajari pertanian di lahan terbatas.

"Kesannya menyenangkan karena kita bisa belajar budidaya melon hidroponik serta panen secara langsung," ujar Ridho.