TRENMEDIA.BIZ.ID - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas bangsa.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama dan masyarakat umum yang memadati area Monas. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan suasana damai di tengah keberagaman Indonesia.
Dikutip dari sumber berita terkait, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi yang sangat vital bagi kemajuan sebuah negara. Tanpa stabilitas sosial, program pembangunan yang direncanakan pemerintah akan sulit tercapai secara maksimal.
"Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan," ujar Nasaruddin Umar.
Selain menekankan pentingnya harmoni, Menteri Agama juga memaparkan kontribusi Kementerian Agama dalam mendukung kebijakan strategis pemerintahan. Fokus utamanya adalah menyelaraskan program kementerian dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa program prioritas yang disinggung mencakup implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program cek kesehatan gratis bagi masyarakat luas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata.
Selain sektor kesehatan dan pangan, Kementerian Agama juga mendukung implementasi kurikulum International Baccalaureate Diploma Program. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan standar pendidikan nasional agar berdaya saing global.
Nasaruddin Umar meyakini bahwa investasi yang paling berharga bagi masa depan bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia. Hal ini menjadi kunci utama dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
"Investasi terbesar menyongsong Indonesia Emas 2045 ialah membangun sumber daya manusia (SDM)," kata Nasaruddin Umar.