TRENMEDIA.BIZ.ID - Angkatan Udara Amerika Serikat mengambil langkah strategis dalam memodernisasi armada pesawat nirawak mereka. Dilansir dari [Nama Media], pihak militer resmi menandatangani kontrak pengadaan dengan Teal Drones pada 30 Juli 2026.

Kesepakatan bernilai 2,49 juta dolar AS atau setara dengan Rp40 miliar ini mencakup pembelian drone pengintai jarak dekat bernama Black Widow. Langkah ini menjadi bagian dari upaya evaluasi untuk mencari suksesor armada Teal 2 yang saat ini digunakan.

Paket kontrak dari anak perusahaan Red Cat Holdings ini tidak hanya terbatas pada unit drone semata. Di dalamnya juga termasuk penyediaan fasilitas pelatihan instruktur, baterai pendukung, suku cadang, hingga layanan pengiriman unit ke pihak militer.

Seluruh pesanan teknologi pertahanan ini ditargetkan harus rampung dan terkirim sepenuhnya paling lambat pada 24 Agustus 2026. Proses evaluasi teknis dan operasional nantinya akan dipimpin langsung oleh Air Force Security Forces Center (AFSFC).

Pengujian drone berbobot 2 kilogram ini akan menyasar berbagai unit strategis di Amerika Serikat. Sasaran pengujian mencakup unit tugas aktif, Air National Guard, hingga Air Force Reserve Defenders yang tersebar di wilayah operasi.

Drone Black Widow sendiri memiliki spesifikasi teknis yang cukup mumpuni untuk kebutuhan pengintaian. Perangkat ini mampu melesat dengan kecepatan 47 kilometer per jam dan sanggup beroperasi dalam radius 8 kilometer selama 50 menit.

Keunggulan utama drone ini terletak pada sistem navigasi yang terus dikembangkan oleh produsen. Teknologi kecerdasan buatan (AI) diintegrasikan agar drone tetap mampu beroperasi secara optimal meski tanpa dukungan sinyal GPS.

"Kami merasa bangga dapat memberikan dukungan kepada Angkatan Udara AS, baik untuk komponen aktif, Air National Guard, maupun reservis saat AFSFC melakukan evaluasi Black Widow untuk kebutuhan taktis di garda depan," ujar CEO Red Cat, Jeff Thompson.

"Penilaian terhadap Black Widow ini mencerminkan peningkatan pengakuan di seluruh Departemen Perang bahwa sistem buatan Amerika yang aman sangat krusial bagi operasional harian organisasi pertahanan dan keamanan nasional kita," kata Jeff Thompson.