TRENMEDIA.BIZ.ID - PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau yang lebih dikenal sebagai MR. D.I.Y. Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan industri lokal. Terbaru, perusahaan ritel ini menjalin sinergi strategis dengan PT Subur Anugerah Sentosa, produsen seprai ternama dengan merek Kintakun.
Kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan upaya memperkuat kemitraan jangka panjang. MR. D.I.Y. Indonesia bertekad untuk turut serta dalam pertumbuhan dan perkembangan pemasok lokal yang menjadi bagian dari rantai pasokannya.
"Kami ingin membantu supplier lokal bisa bertumbuh dan berkembang, dan juga ingin bermitra untuk jangka panjang," ujar Natalia Hana Refinawati, Deputy Head of Purchasing MR. D.I.Y. Indonesia, dalam sesi media briefing di kantor Kintakun, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8).
Perusahaan ritel ini kini telah bermitra dengan ratusan pemasok lokal. Data keuangan perusahaan menunjukkan transaksi pembelian dari mitra pemasok lokal pada 2025 mencapai nilai fantastis, sekitar Rp949 miliar.
MR. D.I.Y. sendiri terus melebarkan sayapnya dengan target ambisius. Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan lebih dari 1.300 toko di seluruh Indonesia dan berencana menambah 270 toko baru sepanjang tahun ini.
Melalui kolaborasi ini, MR. D.I.Y. memastikan produk lokal, khususnya di kategori home living dan bedding seperti Kintakun, terus mendominasi di jaringan tokonya. Peningkatan jumlah pemasok lokal menjadi salah satu prioritas perusahaan dari tahun ke tahun.
Dampak positif kolaborasi ini langsung terasa pada performa penjualan Kintakun. Vincent Saputra, Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun, mengungkapkan pertumbuhan penjualan yang luar biasa.
"Dari pengembangan cukup pesat dari tahun lalu ke tahun ini, kalau dari peningkatan kemarin kita review tercatat 150% perkembangan penjualannya," kata Vincent Saputra.
Kemitraan yang dimulai sejak 2024 ini awalnya fokus pada produk seprai reguler dengan motif minimalis. Hasilnya, penjualan Kintakun melalui MR. D.I.Y. melonjak hingga 2,5 kali lipat dari periode sebelumnya.
