TRENMEDIA.BIZ.ID - Pelatih kepala Aston Villa, Unai Emery, kembali menyambangi Jakarta untuk menjalani rangkaian tur pramusim 2026/2027. Kedatangan Emery kali ini menjadi sorotan karena ia akan memimpin skuad The Villans bertanding melawan tim Indonesia All Stars.
Pertandingan persahabatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026) pukul 19.30 WIB. Dikutip dari Media Indonesia, laga ini merupakan bagian dari persiapan intensif Aston Villa sebelum mengarungi kompetisi musim baru.
Bagi Emery, Jakarta bukanlah tempat yang asing karena ia pernah berkunjung pada tahun 2014 silam saat masih melatih Sevilla. Kala itu, ia membawa Sevilla meraih kemenangan 4-0 atas Pelita Bandung Raya dalam ajang LFP World Challenge di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
"Senang sekali bisa berada di Jakarta. Ini adalah kedua kalinya bagi saya. Saya pernah ke sini bersama Sevilla pada tahun 2014. Dan kembali lagi ke sini bersama Aston Villa adalah pengalaman baru," ujar Unai Emery.
Indonesia menjadi destinasi pertama Aston Villa dalam lawatan mereka di Asia Tenggara. Setelah menyelesaikan pertandingan di Jakarta, skuad asuhan Emery dijadwalkan terbang ke Thailand untuk menghadapi BG Pathum United pada Selasa (4/8/2026).
Emery mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme besar yang ditunjukkan oleh para penggemar sepak bola di tanah air. Ia merasa kehadiran mereka sangat berarti dalam memperkenalkan Aston Villa lebih jauh kepada publik Indonesia.
"Kami tidak menyangka Anda akan begitu dekat dengan kami. Tentu saja itu karena di belakang Anda ada banyak pendukung sepak bola dan Premier League. Berada di sini di Indonesia bagi kami adalah kesempatan untuk melihat seberapa besar Premier League dan Aston Villa," kata Unai Emery.
Bek senior Aston Villa, Tyrone Mings, turut memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat yang diterima tim sejak mendarat di Jakarta pada Kamis (30/7/2026) malam. Ia merasa suasana di Indonesia sangat mendukung kenyamanan para pemain selama menjalani tur pramusim.
"Kami merasa seperti di rumah sendiri, yang mana itu bukan hal yang mudah dilakukan ketika kami melakukan perjalanan sejauh ini dan berada jauh dari budaya yang kami kenal," tutur Tyrone Mings.